RADARTVNEWS.COM – Layar perfilman Indonesia kembali menghadirkan sebuah karya yang sarat makna dan penuh emosi. Bila Esok Ibu Tiada, film drama keluarga yang disutradarai oleh Rudi Soedjarwo, hadir dengan cerita yang tak hanya menghibur, tetapi juga mengajak penonton merenung tentang arti keluarga, cinta, serta ketabahan seorang ibu dalam menjaga keharmonisan rumah tangga.
Film ini diadaptasi dari novel populer karya Nagiga Nur Ayati. Sejak diumumkan, Bila Esok Ibu Tiada langsung menarik perhatian pecinta film tanah air berkat jajaran aktor dan aktris papan atas yang terlibat, di antaranya Christine Hakim, Slamet Rahardjo, Adinia Wirasti, Fedi Nuril, Amanda Manopo, hingga Yasmin Napper. Dengan barisan pemain sekelas ini, tak heran bila filmnya dinantikan sebagai salah satu drama keluarga paling emosional tahun ini. Kisah yang Dekat dengan Kehidupan Nyata Setiap keluarga pasti memiliki dinamika dan tantangannya sendiri. Bila Esok Ibu Tiada menghadirkan sebuah potret kehidupan yang sangat dekat dengan realitas masyarakat: kehilangan, peran orang tua, serta perjuangan anak-anak dalam menjaga hubungan setelah badai besar melanda keluarga. Bukan kisah fantasi, melainkan realita yang bisa dialami siapa saja. BACA JUGA:Fakta Menarik Bunga Telang, Si Biru Cantik dengan Segudang Manfaat Meski menyentuh tema berat, film ini dikemas dengan pendekatan emosional yang hangat. Alurnya mengalir tanpa berlebihan, menjadikan setiap adegan seakan merefleksikan kehidupan sehari-hari penonton. Di situlah letak kekuatan film ini: sederhana, namun meninggalkan kesan mendalam. Christine Hakim, Simbol Keanggunan Ibu yang Tak Pernah Padam Salah satu magnet utama film ini adalah akting Christine Hakim sebagai sosok ibu. Dengan pengalaman panjang di dunia perfilman, Christine berhasil menghadirkan karakter yang penuh kasih, tegar, sekaligus rapuh di saat-saat tertentu. Perannya menjadi pengikat utama cerita, membuat penonton merasa dekat, seakan melihat sosok ibu mereka sendiri di layar. Tak kalah kuat, penampilan Adinia Wirasti sebagai anak sulung membawa warna berbeda. Ia tampil dengan karakter tegas yang menggambarkan beban berat seorang anak ketika harus mengambil peran lebih besar di dalam keluarga. Chemistry antara para pemeran terasa natural, sehingga konflik dan kehangatan keluarga yang ditampilkan mampu membuat penonton hanyut dalam alur cerita. Pesan Keluarga yang Universal Bila Esok Ibu Tiada bukan sekadar film drama biasa. Ia menyelipkan pesan universal tentang pentingnya menjaga komunikasi, menghargai peran setiap anggota keluarga, dan menyadari bahwa waktu bersama orang yang kita cintai tidak pernah bisa diputar kembali. Tanpa harus memberikan jawaban instan, film ini justru mengajak penonton merenung, apa yang akan kita lakukan jika kehilangan tiba-tiba datang? Film ini seakan menjadi pengingat lembut bagi siapa saja untuk lebih menghargai keberadaan orang tua, pasangan, maupun saudara. Ia mengajarkan bahwa perbedaan dan konflik bukanlah alasan untuk saling menjauh, melainkan bagian dari proses memahami arti kebersamaan. Sebuah Pengalaman Menonton yang Menyentuh Dengan durasi sekitar dua jam, film ini berhasil menjaga ritme yang konsisten. Tata visual yang hangat, musik pengiring yang syahdu, serta dialog-dialog penuh makna menjadikan Bila Esok Ibu Tiada lebih dari sekadar tontonan, ia adalah pengalaman batin. Bagi penonton yang mendambakan cerita mendalam, film ini menawarkan ruang untuk menangis, tersenyum, sekaligus merenung. Bagi yang datang bersama keluarga, Bila Esok Ibu Tiada bisa menjadi jembatan untuk lebih dekat, bahkan mungkin membuka percakapan yang jarang terucap. Singkatnya, Bila Esok Ibu Tiada adalah film yang tidak hanya menampilkan cerita, tetapi juga memberikan kesempatan bagi kita untuk lebih memahami arti keluarga. Sebuah karya yang layak ditonton, direnungkan, dan dibicarakan setelah layar bioskop kembali gelap. BACA JUGA:Tak Berhenti di Musim Ketiga, The Summer I Turned Pretty Berlanjut Jadi FilmBila Esok Ibu Tiada: Film Keluarga yang Menggetarkan Hati dan Membuka Ruang Renungan
Jumat 19-09-2025,20:03 WIB
Reporter : MG-Camellia Sekar Wangi
Editor : Jefri Ardi
Kategori :
Terkait
Selasa 06-01-2026,15:27 WIB
Film Legendaris 5 Cm Siap Hadirkan Sekuel, Bangkitkan Nostalgia dan Semangat Persahabatan
Senin 05-01-2026,19:28 WIB
Film “Agak Laen: Menyala Pantiku” Tembus 10 Juta Penonton, Menjadi Salah Satu Film Terlaris di Indonesia
Kamis 11-12-2025,11:29 WIB
Angga Yunanda Perkenalkan Film Horor-Komedi ‘Sebelum Dijemput Nenek’ Tanpa Menghilangkan Nuansa Keluarga
Senin 08-12-2025,11:01 WIB
Film ‘Agak Laen: Menyala Pantiku!’ Raih 5 Juta Penonton dalam 11 Hari, Antusiasme Penonton Melesat
Senin 08-12-2025,11:01 WIB
’Agak Laen 2’ Lampaui 4 Juta Penonton dalam 9 Hari, Raih Laju Tontonan Tercepat Awal 2025
Terpopuler
Selasa 06-01-2026,11:55 WIB
7 Manfaat Yoga bagi Kesehatan Tubuh dan Pikiran
Selasa 06-01-2026,15:37 WIB
Tren “Kalcer” Makin Populer, Gaya Hidup Anak Muda Menjadi Sorotan
Selasa 06-01-2026,12:01 WIB
Mood Lagi Hilang? Ini 5 Kegiatan Simple Yang Bisa Balikin Mood Dan Semangatmu
Selasa 06-01-2026,15:27 WIB
Film Legendaris 5 Cm Siap Hadirkan Sekuel, Bangkitkan Nostalgia dan Semangat Persahabatan
Selasa 06-01-2026,15:33 WIB
Ini 4 Rekomendasi Cafe yang Cozy di Bandar Lampung Kamu Wajib Datang!
Terkini
Selasa 06-01-2026,15:49 WIB
Kamu Harus Tahu! 5 Kebiasaan yang Perlu Diubah agar Ginjal Tetap Sehat
Selasa 06-01-2026,15:37 WIB
Tren “Kalcer” Makin Populer, Gaya Hidup Anak Muda Menjadi Sorotan
Selasa 06-01-2026,15:33 WIB
Ini 4 Rekomendasi Cafe yang Cozy di Bandar Lampung Kamu Wajib Datang!
Selasa 06-01-2026,15:27 WIB
Manusia Menghabiskan Sepertiga Hidupnya untuk Tidur
Selasa 06-01-2026,15:27 WIB