RADARTVNEWS.COM - Pernahkah kamu berpikir bagaimana kaki kita bisa melangkah dengan ritme yang teratur tanpa perlu selalu dipikirkan? Setiap gerakan berjalan, berlari, atau bahkan menari sesungguhnya adalah hasil kerja sama rumit antara otak, saraf, otot, dan indera kita.
Di balik langkah sederhana itu, tersimpan mekanisme biologis yang canggih. Berjalan adalah aktivitas sehari-hari yang tampak sederhana, namun sebenarnya melibatkan koordinasi kompleks antara sistem saraf dan tubuh manusia. Kemampuan melangkah dengan ritme teratur, menjaga keseimbangan, serta menyesuaikan tempo gerakan, merupakan bukti betapa luar biasanya cara kerja otak manusia. Menurut para ahli, proses berjalan dikendalikan oleh pusat-pusat saraf khusus di otak dan sumsum tulang belakang. Salah satu mekanisme penting adalah central pattern generators (CPG), yaitu jaringan saraf yang mampu menghasilkan pola gerakan ritmis, seperti melangkah, tanpa harus terus-menerus mendapat perintah sadar dari otak. Inilah sebabnya seseorang bisa berjalan sambil berbicara atau berpikir tentang hal lain. Selain itu, cerebellum atau otak kecil berperan besar dalam menjaga koordinasi dan keseimbangan. Struktur ini memastikan setiap langkah yang diambil tetap stabil meskipun medan yang dilalui berbeda, seperti jalan menanjak, menurun, atau permukaan yang tidak rata. Sementara itu, sistem vestibular di telinga bagian dalam bekerja sama dengan mata dan sensor pada otot serta sendi (propriosepsi) untuk memberikan informasi posisi tubuh terhadap gravitasi. BACA JUGA:Rahasia di Balik Terbangnya Pesawat: Peran Gaya Angkat dan Aerodinamika Kemampuan manusia tidak berhenti pada sekadar berjalan. Otak juga mampu mengingat ritme pergerakan melalui apa yang disebut memori motorik. Bagian otak yang dikenal sebagai ganglia basal menyimpan pola-pola gerakan yang sering dilakukan. Itulah sebabnya setelah belajar bersepeda atau menari, tubuh kita bisa mengingat ritmenya meskipun lama tidak dipraktikkan. Lebih menarik lagi, manusia mampu menyesuaikan langkah dengan irama eksternal, misalnya musik. Penelitian menunjukkan bahwa otak memiliki kecenderungan alami untuk menyelaraskan gerakan dengan ketukan tertentu. Hal ini menjelaskan mengapa kita bisa berjalan mengikuti irama lagu atau melakukan senam dengan gerakan yang seragam. Kemampuan mengatur ritme pergerakan ini erat kaitannya dengan neuroplastisitas, yaitu kemampuan otak beradaptasi dan memperkuat jaringan saraf berdasarkan pengalaman. Semakin sering seseorang berlatih pola gerakan tertentu, semakin kuat pula memori motorik yang tersimpan. Seiring bertambahnya usia, kemampuan ini bisa menurun. Oleh karena itu, para ahli kesehatan menganjurkan latihan fisik teratur, seperti berjalan, menari, atau berolahraga ringan, untuk menjaga kelenturan saraf dan otot sekaligus melatih keseimbangan. Dengan demikian, langkah sederhana yang kita ambil setiap hari sesungguhnya adalah buah dari kerja sama menakjubkan antara otak, saraf, dan tubuh. Rahasia di balik berjalan membuktikan bahwa aktivitas sehari-hari yang tampak biasa sebenarnya adalah hasil dari kecanggihan sistem biologis manusia.Rahasia di Balik Langkah: Bagaimana Otak dan Tubuh Mengatur Ritme Pergerakan
Selasa 02-09-2025,17:42 WIB
Editor : Jefri Ardi
Kategori :