Borderlands Berformat Cerita dan Bukan Shooter?

Senin 25-08-2025,16:38 WIB
Reporter : MG 08 Eric Kesuma
Editor : Hendarto Setiawan

‎BANDARLAMPUNG, RADARTVNEWS. COM- Selama ini Borderlands dikenal sebagai seri looter-shooter penuh aksi, humor absurd, dan dunia yang kacau balau. 

Namun, ada satu cabang unik dari franchise ini yang sama sekali meninggalkan elemen tembak-menembak dan justru berfokus pada alur cerita. 

‎Seri tersebut adalah Tales from the Borderlands, hasil kolaborasi Gearbox dengan Telltale Games yang dikenal lewat format game naratif berbasis pilihan.

‎Tales from the Borderlands pertama kali dirilis pada tahun 2014 hingga 2015 dalam format episodik sebanyak lima bagian. 

‎Game ini mengisahkan dua tokoh utama, Rhys seorang pegawai ambisius dari Hyperion, dan Fiona seorang penipu ulung asal Pandora. 

‎Keduanya terseret dalam petualangan kacau penuh humor, pengkhianatan, serta konspirasi besar seputar Vault. 

‎Alih-alih mengandalkan senjata dan loot, game ini murni berfokus pada dialog, pilihan moral, serta konsekuensi yang bisa memengaruhi jalannya cerita. 

‎Walau tanpa aksi shooter khas Borderlands, humor sarkastik, karakter nyentrik, dan nuansa dunia Pandora tetap terasa kuat.

‎Pada 2022, Gearbox merilis sekuel spiritual berjudul New Tales from the Borderlands. 

‎Kali ini game tidak lagi digarap oleh Telltale, melainkan langsung oleh Gearbox sendiri. 

‎Formatnya tetap sama, berbasis cerita dengan pilihan yang menentukan nasib karakter. 

‎Kisahnya menampilkan tiga tokoh baru, Anu sang ilmuwan idealis, Octavio yang ambisius namun sering ceroboh, serta Fran, pemilik toko frozen yogurt yang keras kepala. 

‎Mereka bertiga menghadapi ancaman besar dari korporasi Tediore yang berusaha menguasai segalanya. 

Sekuel ini mencoba menghadirkan nuansa khas Borderlands namun dengan fokus lebih segar pada hubungan antar karakter baru.

‎Kedua seri ini menunjukkan sisi berbeda dari dunia Borderlands. 

Kategori :