Rupiah Sentuh Rp18.028 per Dolar AS, IHSG Tertekan Lebih dari 3 Persen di Awal Perdagangan Hari Ini
Rupiah melemah ke Rp18.028 per Dolar AS dan mencatat level terendah. IHSG juga terkoreksi lebih dari 3 persen di tengah tekanan pasar.-Ilustrasi-Media Sosial
RADARTVNEWS.COM - Pasar keuangan Indonesia mengalami tekanan cukup besar pada perdagangan Kamis, 4 Juni 2026. Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) melemah hingga menembus level psikologis Rp18.000 per Dolar AS, sebuah angka yang selama ini menjadi perhatian pelaku pasar dan investor.
Berdasarkan data Bloomberg, Rupiah tercatat berada di posisi Rp18.028 per Dolar AS atau melemah sekitar 0,35 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya. Capaian tersebut menjadi level terendah yang pernah dicatatkan mata uang Indonesia terhadap Dolar AS dalam sejarah perdagangan.
Pelemahan nilai tukar terjadi bersamaan dengan tekanan yang melanda pasar modal domestik. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona merah sejak awal perdagangan dan terus mengalami penurunan seiring meningkatnya aksi jual di berbagai sektor.
Hingga pukul 09.30 WIB, IHSG tercatat turun 3,02 persen ke level 5.760,33. Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, sebanyak 547 saham mengalami penurunan harga, 88 saham menguat, sementara 321 saham lainnya bergerak tanpa perubahan signifikan.
BACA JUGA:Rupiah Tembus Rp18.041 per Dolar AS, Masyarakat Khawatir Harga Kebutuhan Pokok Ikut Melonjak
Aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia tetap berlangsung cukup tinggi. Tercatat sebanyak 397,9 ribu transaksi terjadi dengan volume perdagangan mencapai 5,23 miliar lembar saham. Adapun nilai transaksi yang dibukukan pada sesi pagi mencapai sekitar Rp3,38 triliun.
Sebelumnya, IHSG dibuka melemah di level 5.919,57 sebelum terus bergerak turun hingga menyentuh kisaran 5.700. Kondisi ini menunjukkan tingginya tekanan di pasar keuangan domestik, sehingga pelaku pasar kini mencermati berbagai faktor ekonomi yang berpotensi memengaruhi stabilitas nilai tukar dan pergerakan saham dalam waktu dekat.(*)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: bloomberg