Profil Syahganda Nainggolan: Jejak Aktivis, Akademisi, hingga Kepala Bakom

Profil Syahganda Nainggolan: Jejak Aktivis, Akademisi, hingga Kepala Bakom

Syahganda Nainggolan dilantik sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI pada sisa masa jabatan periode 2024–2029 di bawah Kabinet Merah Putih.--

RADARTVNEWS.COM — Presiden Prabowo Subianto melantik Syahganda Nainggolan sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) pada Jumat (2/10/2026). Ia menggantikan Muhammad Qodari yang sebelumnya menjabat sebagai pimpinan Bakom selama sekitar lima bulan.

Dalam prosesi tersebut, Prabowo memimpin pengucapan sumpah jabatan bagi anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) dan pejabat Bakom. Mereka menyatakan kesetiaan kepada UUD 1945 serta berkomitmen menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.

Sebelum menduduki posisi tersebut, Syahganda dikenal sebagai aktivis dan salah satu pendiri sekaligus anggota Komite Eksekutif Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI).

Pria kelahiran Medan, 27 November 1965, itu memiliki perjalanan pendidikan yang cukup panjang. Ia pernah menempuh pendidikan di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 1984 hingga 1989.

Namun, studinya di ITB tidak selesai setelah dirinya dikeluarkan karena aktivitas politik yang menentang pemerintahan Orde Baru. Syahganda kemudian menyelesaikan pendidikan S1 di salah satu universitas swasta.

Ia kembali melanjutkan pendidikan di ITB melalui Program Studi Pembangunan dan meraih gelar magister pada 2005. Selanjutnya, Syahganda memperoleh gelar doktor dari FISIP Universitas Indonesia pada 2015.

Disertasinya mengangkat kajian mengenai pengaruh jaminan upah layak, jaminan sosial, dan solidaritas sosial terhadap kesejahteraan buruh.

BACA JUGA:Suahasil Nazara, Inilah Rekam Jejak Mentri Keuangan Yang Baru di Lantik Oleh Presiden Prabowo

Jejak Aktivisme dan Politik

Syahganda dikenal sebagai aktivis sejak era 1980-an ketika masih menjadi mahasiswa ITB. Aktivitas politiknya bahkan membuat ia pernah menjalani hukuman penjara selama 10 bulan akibat aksi demonstrasi pada masa tersebut.

Setelah bebas, ia kembali aktif dalam kegiatan politik dan sempat bergabung dengan sejumlah partai. Ia pernah tercatat bergabung dengan Persatuan Daulat Rakyat dan kemudian menjadi calon anggota legislatif dari Partai Merdeka untuk daerah pemilihan Tangerang.

Syahganda selanjutnya bergabung dengan Partai Golkar dan menjadi calon legislatif dari daerah pemilihan Jawa Barat V pada Pemilu 2009.

Pada masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Syahganda juga pernah dipercaya menjadi Komisaris Pelindo II. Namun, pada 2008 ia dicopot dari posisi tersebut setelah maju sebagai calon legislatif Partai Golkar yang tidak berhasil memperoleh kursi di DPR.

Sebelumnya, pada 2007, Syahganda tercatat menjadi salah satu anggota tim sukses pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla. Setelah gagal menjadi anggota DPR, ia mendirikan lembaga konsultan politik Sabang Merauke Circle (SMC) pada 2010.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: