Nge - Vape Disebut Bisa Turunkan Kebugaran Fisik hingga 15 Persen, Ini Dampaknya
Ilustrasi pengguna vape-pinterest -
RADARTVNEWS. COM - Kebiasaan menggunakan vape atau rokok elektrik ternyata tak hanya berkaitan dengan paparan nikotin dan zat kimia yang masuk ke dalam tubuh. Penggunaan vape juga disebut dapat berdampak terhadap kemampuan fisik, terutama saat seseorang melakukan aktivitas olahraga.
Sebuah studi yang dibagikan melalui akun media sosial @sc.hospital menyoroti hubungan antara penggunaan vape dengan tingkat kebugaran fisik pada orang dewasa muda. Dalam unggahan tersebut disebutkan, kelompok pengguna vape memiliki kapasitas olahraga sekitar 15 persen lebih rendah dibandingkan orang yang tidak merokok maupun tidak menggunakan vape.
Temuan tersebut menjadi perhatian karena vape selama ini kerap dianggap sebagai alternatif yang lebih aman dibandingkan rokok konvensional. Padahal, penggunaan rokok elektrik tetap membuat tubuh terpapar berbagai zat yang dapat memengaruhi sistem pernapasan dan kardiovaskular.
Dalam unggahan tersebut, penelitian dilakukan terhadap orang dewasa muda berusia 18 hingga 30 tahun. Hasilnya menunjukkan adanya perbedaan kemampuan fisik antara pengguna vape dengan kelompok yang tidak menggunakan rokok maupun vape.
Pengguna vape disebut lebih cepat mengalami sesak napas dan kelelahan ketika melakukan aktivitas olahraga. Kondisi tersebut dapat membuat seseorang lebih sulit mempertahankan performa fisik, terutama ketika melakukan aktivitas yang membutuhkan daya tahan tubuh dalam waktu cukup lama. BACA JUGA:Viral! Bigmo Diduga Libatkan Anak Promosikan Rokok Elektrik, Warganet Desak Penyelidik
Tak hanya itu, penggunaan vape juga dikaitkan dengan perubahan fungsi pembuluh darah serta efisiensi paru-paru ketika tubuh melakukan aktivitas. Padahal, saat berolahraga, tubuh membutuhkan pasokan oksigen yang optimal agar otot dapat bekerja secara maksimal.
Ketika fungsi pernapasan dan sirkulasi darah terganggu, tubuh bisa lebih cepat merasa lelah. Akibatnya, aktivitas yang sebelumnya terasa ringan dapat menjadi lebih berat bagi pengguna vape.
Fenomena ini cukup relevan di kalangan anak muda. Penggunaan vape dalam beberapa tahun terakhir menjadi bagian dari gaya hidup sebagian masyarakat, termasuk karena hadir dalam berbagai bentuk, ukuran, rasa, dan desain yang menarik. Kondisi tersebut membuat vape tidak hanya digunakan sebagai produk pengganti rokok, tetapi juga menjadi bagian dari tren pergaulan.
Namun, anggapan bahwa vape tidak memberikan dampak serius terhadap tubuh perlu dipertimbangkan kembali. Meski efek yang dirasakan setiap orang dapat berbeda, penggunaan rokok elektrik tetap memiliki risiko terhadap kesehatan.
Bagi mereka yang aktif berolahraga, kemampuan tubuh dalam menjaga stamina tentu menjadi hal penting. Kebiasaan menggunakan vape berpotensi menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi kemampuan tersebut, terutama jika digunakan secara rutin.
BACA JUGA:Apa Benar Vape Lebih Berbahaya dari Rokok Konvensional?
Karena itu, masyarakat, khususnya generasi muda, perlu lebih kritis dalam melihat berbagai informasi mengenai vape. Bukan hanya mempertimbangkan rasa atau tren yang sedang berkembang, tetapi juga memahami potensi dampaknya terhadap tubuh dalam jangka pendek maupun panjang.
Pada akhirnya, menjaga kebugaran tidak cukup hanya dengan berolahraga dan mengatur pola makan. Mengurangi atau menghindari kebiasaan yang berpotensi mengganggu fungsi paru-paru dan sistem peredaran darah juga menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: