Kurma Merah vs Kurma Biasa, Bedah Manfaat Kesehatan dan Profil Nutrisinya

Kurma Merah vs Kurma Biasa, Bedah Manfaat Kesehatan dan Profil Nutrisinya

Ilustrasi perbedaan kurma biasa dengan kurma merah --Pinterest

RADARTVNEWS.COM – Meskipun sama-sama menyandang nama "kurma", kurma merah Tiongkok (angco) dan kurma biasa (Phoenix dactylifera) berasal dari famili tanaman yang berbeda. Kurma biasa yang populer di kawasan Timur Tengah berasal dari famili Arecaceae (palem-paleman), sedangkan kurma merah merupakan buah dari tanaman Ziziphus jujuba yang masuk dalam famili Rhamnaceae. Perbedaan asal-usul ini menghasilkan profil nutrisi serta fokus manfaat kesehatan bagi tubuh.
Dari kacamata gizi, kurma biasa unggul sebagai sumber energi instan karena kaya akan karbohidrat sederhana seperti glukosa dan fruktosa, serta mineral kalium dan magnesium yang tinggi. Melansir data nutrisi United States Department of Agriculture (USDA), kurma biasa efektif untuk memulihkan kadar gula darah dengan cepat dan mendukung fungsi otot serta pencernaan berkat kandungan seratnya. Di sisi lain, kurma merah lebih menonjol pada kandungan vitamin C yang jauh lebih tinggi, bahkan dapat memenuhi sebagian besar kebutuhan harian tubuh, serta kaya akan kandungan polisakarida dan asam triterpenat.
Perbedaan komposisi tersebut menentukan fokus manfaat utamanya untuk kesehatan. Kurma biasa lebih diandalkan untuk menjaga kesehatan pencernaan, memberikan dorongan stamina fisik, dan membantu mengontrol tekanan darah melalui asupan kaliumnya. Sementara itu, kurma merah lebih difokuskan sebagai pangan fungsional penambah darah dan peningkat imunitas. Kombinasi vitamin C dan polisakarida pada kurma merah juga efektif membantu penyerapan zat besi serta merangsang pembentukan sel darah merah (hematopoiesis), menjadikannya pilihan populer untuk meredakan gejala anemia dan mengatasi insomnia.
Meskipun kedua buah ini menawarkan khasiat kesehatan yang melimpah, para ahli kesehatan menyarankan konsumsinya disesuaikan dengan kebutuhan tubuh. Bagi penderita diabetes, konsumsi kurma biasa perlu dibatasi karena indeks glikemiknya yang relatif tinggi. Adapun untuk pemanfaatan kurma merah sebagai terapi pendamping anemia atau gangguan tidur, konsultasi medis tetap dianjurkan terutama bagi penderita kondisi kronis.

BACA JUGA:Air Kelapa di Tengah Tren Minuman Sehat, Apa Saja Manfaatnya bagi Tubuh?

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: https://fdc.nal.usda.gov/