Topan Dolphin Landa China, Beijing hingga Henan Dilanda Banjir

Topan Dolphin Landa China, Beijing hingga Henan Dilanda Banjir

Ilustrasi banjir akibat hujan deras di kawasan perkotaan.-rafael titenoli/pexels-pexels

RADARTVNEWS.COM - China dilanda Topan Dolphin yang membawa hujan deras ke sejumlah wilayah bagian tengah dan timur. Kondisi tersebut menyebabkan banjir di beberapa daerah, termasuk Beijing dan Provinsi Henan.

Beijing menetapkan peringatan hujan badai tingkat kedua tertinggi sebagai langkah antisipasi terhadap cuaca ekstrem. Sejumlah aktivitas masyarakat juga terdampak, termasuk operasional transportasi umum dan tempat wisata.

Sebanyak 250 rute bus dihentikan sementara, sementara 150 tempat wisata ditutup. Sejumlah jalur kereta bawah tanah juga mengurangi kecepatan operasional akibat kondisi cuaca.

Hujan deras membuat sejumlah ruas jalan di Beijing tergenang hingga menyerupai aliran sungai. Arus kendaraan terganggu dan beberapa mobil serta bus terlihat terendam sebagian.

Distrik Changping di bagian utara Beijing mencatat curah hujan per jam tertinggi pada Rabu (12/8/2026). Wilayah tersebut menerima curah hujan mencapai 90,7 milimeter dalam waktu satu jam setelah pukul 09.00 waktu setempat.

Topan Dolphin sebelumnya telah melemah setelah menempuh perjalanan lebih dari 6.000 kilometer. Badai tersebut mendarat di Provinsi Zhejiang, China bagian timur, pada Minggu.

Meski telah melemah, sisa-sisa badai masih membawa uap air tropis ke wilayah daratan China. Kondisi tersebut meningkatkan potensi hujan deras dan banjir di sejumlah wilayah.

Di Luohe, Provinsi Henan, warga menghadapi genangan akibat hujan deras. Sejumlah kendaraan bahkan dipindahkan ke lokasi yang lebih tinggi untuk menghindari risiko terendam.

Curah hujan ekstrem juga tercatat di beberapa wilayah lain. Sejumlah daerah di Zhejiang, Henan, dan Hubei dilaporkan mengalami curah hujan tinggi yang memecahkan rekor.

Kota Wugang mencatat curah hujan harian sebesar 209,5 milimeter pada Agustus. Sementara itu, Xiangyang mencatat curah hujan mencapai 169,1 milimeter.

Hujan deras diperkirakan masih berlangsung di wilayah utara dan tengah China dalam beberapa hari ke depan. Sisa badai membawa pita hujan yang cukup luas sehingga masyarakat diminta mewaspadai potensi banjir.

Di Luohe, sejumlah warga memilih memindahkan kendaraan ke tempat yang lebih tinggi sebelum hujan turun. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi genangan yang dapat kembali terjadi di sekitar permukiman.

Cuaca ekstrem juga berdampak pada aktivitas transportasi. Genangan di sejumlah wilayah membuat masyarakat harus lebih berhati-hati ketika melakukan perjalanan.

BACA JUGA:Helikopter Apache Jatuh di Texas, Dua Tentara AS Tewas

Para ahli meteorologi China kini turut memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan generasi baru untuk memperkuat sistem prakiraan cuaca. Teknologi tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan kemampuan dalam menghadapi ancaman cuaca ekstrem.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: kumparan

Berita Terkait