Akibat Perigee dan New Moon, Ini Daftar 18 Wilayah yang Berpotensi Banjir Rob hingga 22 Juli
ilustrasi bulan baru--foto : Pinterest
RADARTVNEWS.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) secara resmi mengeluarkan peringatan dini terkait potensi banjir pesisir atau rob yang diprediksi akan melanda sejumlah wilayah di Indonesia. Fenomena pasang air laut ekstrem ini diperkirakan berlangsung mulai tanggal 9 hingga 22 Juli 2026. Oleh karena itu, masyarakat yang beraktivitas maupun tinggal di kawasan pesisir diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan menyiapkan langkah mitigasi guna mengantisipasi dampak kenaikan pasang air laut maksimum tersebut.
Dampak Fenomena Astronomi Perigee dan Bulan Baru
Menurut penjelasan resmi dari BMKG, potensi banjir rob pada periode ini dipicu oleh adanya kombinasi dua fenomena astronomi yang terjadi secara bersamaan, yaitu fase Bulan Baru (New Moon) dan Perigee. Fenomena perigee sendiri merupakan suatu kondisi astronomi ketika Bulan berada pada titik koordinat paling dekat dengan Bumi dalam jalur orbitnya yang berbentuk elips. Ketika posisi Bulan berada pada jarak terdekatnya tersebut, gaya tarik gravitasi Bulan terhadap Bumi menjadi jauh lebih kuat dari biasanya. Pertemuan momen ini dengan fase Bulan Baru membuat gaya gravitasi Matahari dan Bulan saling memperkuat, sehingga secara signifikan menarik massa air laut dan memicu peningkatan ketinggian pasang air laut yang jauh lebih tinggi daripada hari-hari biasa.
Daftar 18 Wilayah Pesisir yang Berpotensi Terdampak
Berdasarkan hasil pantauan data pasang surut dan prediksi BMKG, ada delapan belas wilayah pesisir di Indonesia yang masuk dalam radar peringatan dini. Wilayah-wilayah tersebut meliputi Pesisir Kepulauan Riau, Pesisir Sumatera Utara, Pesisir Barat Sumatera Barat, Pesisir Lampung, Pesisir Banten, Pesisir Utara DKI Jakarta, Pesisir Utara Jawa Barat, Pesisir Utara Jawa Tengah, dan Pesisir Utara Jawa Timur. Selain itu, potensi serupa juga mengancam wilayah Pesisir Selatan Jawa Timur, Pesisir Bali, Pesisir Nusa Tenggara Barat, Pesisir Nusa Tenggara Timur, Pesisir Kalimantan Barat, Pesisir Sulawesi Utara, Pesisir Maluku, Pesisir Papua Barat, hingga kawasan Pesisir Papua. BMKG juga menambahkan bahwa waktu awal dan puncak terjadinya banjir rob di tiap-tiap daerah akan berbeda karena sangat bergantung pada karakteristik pasang surut lokal masing-masing wilayah.
Gangguan Aktivitas Masyarakat dan Imbauan BMKG
Masuknya air laut ke daratan ini diprediksi dapat mengganggu berbagai aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat di sekitar pelabuhan dan wilayah pesisir. Beberapa sektor yang paling rentan terdampak di antaranya adalah proses bongkar muat barang di pelabuhan, aktivitas harian di pemukiman pesisir, kegiatan perikanan darat atau tambak, serta kelancaran transportasi darat di sepanjang jalan raya pesisir. Menanggapi situasi ini, pihak BMKG mengimbau warga untuk selalu waspada, menjaga keselamatan, dan terus memantau pembaruan informasi cuaca maritim secara berkala melalui aplikasi InfoBMKG atau kanal komunikasi resmi lainnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: