Apa Itu Hari Raya Galungan dan Kuningan 2026? Simak Makna dan Tradisinya

Apa Itu Hari Raya Galungan dan Kuningan 2026? Simak Makna dan Tradisinya

-Bali Good Villa-Pinterest

RADARTVNEWS.COM – Indonesia dikenal sebagai negara yang kaya akan keberagaman budaya dan tradisi. Salah satu tradisi yang masih lestari hingga kini adalah perayaan Hari Raya Galungan dan Kuningan yang dijalankan oleh umat Hindu, khususnya di Bali.

Perayaan Galungan dilaksanakan setiap 210 hari sekali berdasarkan sistem penanggalan Pawukon dalam kalender Bali. Sepuluh hari setelah Galungan, umat Hindu akan memperingati Hari Raya Kuningan yang tahun ini jatuh pada Sabtu, 27 Juni 2026.

Kedua hari raya ini bukan hanya menjadi momen keagamaan, tetapi juga bagian dari warisan budaya yang memperlihatkan nilai-nilai spiritual, kebersamaan, dan penghormatan kepada leluhur.

Galungan dimaknai sebagai peringatan kemenangan dharma atau kebaikan atas adharma, yakni sifat buruk dan kejahatan. Bagi umat Hindu, perayaan ini menjadi pengingat pentingnya menjaga keseimbangan hidup serta menumbuhkan nilai-nilai kebajikan dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu ciri khas yang mudah dikenali saat Galungan adalah keberadaan penjor. Penjor adalah bambu tinggi yang dipasang di depan rumah dan dihias dengan janur, hasil bumi, serta berbagai ornamen tradisional. Penjor tidak hanya berfungsi sebagai hiasan, tetapi juga melambangkan rasa syukur atas kemakmuran dan anugerah yang diberikan Tuhan.

Sebelum puncak perayaan, umat Hindu menjalani sejumlah tahapan persiapan, seperti Penyekeban, Penyajaan, hingga Penampahan Galungan. Suasana ini mencerminkan kuatnya nilai gotong royong dan kebersamaan yang menjadi bagian penting dari budaya Bali.

Sepuluh hari setelah Galungan, umat Hindu merayakan Kuningan. Hari raya ini memiliki makna sebagai penghormatan kepada leluhur yang diyakini telah berkunjung ke dunia selama rangkaian Galungan. Pada hari tersebut, umat Hindu memanjatkan doa dan rasa syukur atas anugerah, keselamatan, serta tuntunan yang diberikan oleh Sang Hyang Widhi Wasa.

Selain nilai religius, Galungan dan Kuningan juga menjadi daya tarik budaya yang menarik perhatian wisatawan. Momen ini dimanfaatkan untuk berkumpul, bersilaturahmi, serta merefleksikan pentingnya menjaga keseimbangan antara kehidupan spiritual, sosial, dan hubungan manusia dengan alam. (*)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: