PayLater Makin Populer, Solusi atau Jebakan?

PayLater Makin Populer, Solusi atau Jebakan?

Kebiasaan PayLater-Pinterest-

RADARTVNEWS.COM – Pernah nggak sih, niatnya cuma buka aplikasi buat lihat-lihat barang, eh beberapa menit kemudian malah checkout?

Kalau dulu mungkin orang harus berpikir dua kali sebelum belanja karena harus menyesuaikan isi rekening, sekarang semuanya terasa lebih mudah berkat fitur PayLater. Tinggal klik, barang langsung diproses. Bayarnya? Belakangan.

Nggak heran kalau PayLater makin populer dalam beberapa tahun terakhir. Mulai dari belanja online, pesan makanan, beli tiket konser, sampai booking hotel, hampir semuanya sekarang menawarkan opsi pembayaran ini.

Buat banyak orang, PayLater memang terasa seperti solusi. Misalnya saat ada kebutuhan mendadak di akhir bulan atau ketika harus membeli barang penting sementara gaji belum turun. Dalam kondisi tertentu, fitur ini bisa sangat membantu.

Masalahnya, kemudahan yang sama juga bisa membuat orang jadi lebih impulsif saat berbelanja. Karena uang yang keluar tidak langsung terasa, banyak pengguna yang tanpa sadar membeli barang yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan.

Awalnya mungkin cuma satu transaksi kecil. Lalu bertambah lagi minggu depan. Kemudian muncul cicilan baru bulan berikutnya. Tanpa disadari, tagihan yang awalnya terlihat ringan mulai menumpuk.

Fenomena ini sebenarnya cukup sering terjadi, terutama di kalangan anak muda. Banyak orang merasa nominal cicilan bulanan terlihat kecil. Tapi ketika ada beberapa tagihan berjalan sekaligus, jumlah totalnya bisa cukup menguras penghasilan.

Apalagi kalau ditambah kebutuhan sehari-hari yang juga terus naik. Belum lagi muncul fenomena FOMO atau takut ketinggalan tren. Ada promo, beli. Ada diskon, checkout. Ada barang viral, langsung masuk keranjang.

Karena merasa pembayarannya bisa dicicil, keputusan membeli sering kali jadi lebih cepat dibanding biasanya. Padahal setelah euforia belanja hilang, tagihan tetap harus dibayar.

Bukan berarti PayLater itu buruk. Sama seperti kartu kredit atau pinjaman lainnya, semuanya tergantung bagaimana cara menggunakannya.

Kalau dipakai untuk kebutuhan yang memang penting dan sesuai kemampuan bayar, PayLater bisa menjadi alat yang cukup membantu. Sebaliknya, kalau digunakan hanya untuk memenuhi keinginan sesaat tanpa perhitungan yang matang, risikonya juga tidak kecil.

BACA JUGA: Gaya Hidup Hemat Viral di Medsos, Banyak Anak Muda Ikut Tren

Yang perlu diingat, PayLater bukan uang tambahan. Banyak orang tanpa sadar menganggap limit PayLater sebagai "uang cadangan", padahal itu tetap kewajiban yang harus dibayar di kemudian hari.

Karena itu, sebelum menggunakan fitur ini, ada baiknya bertanya pada diri sendiri satu hal sederhana:

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: