Cyberbullying Meningkat, Saatnya Lebih Bijak di Dunia Digital!

Cyberbullying Meningkat, Saatnya Lebih Bijak di Dunia Digital!

Fenomena Cyberbullying --Pinterest

RADARTVNEWS.COM - Di era digital seperti sekarang, interaksi manusia berubah sangat cepat. Jika dulu komunikasi lebih banyak terjadi secara langsung, kini sebagian besar percakapan berlangsung melalui media sosial, grup chat, hingga kolom komentar.

Sayangnya, kemudahan berinteraksi ini juga membawa sisi gelap yang semakin sering terjadi, yaitu cyberbullying atau perundungan siber.

Belakangan ini, media sosial dipenuhi berbagai kasus komentar jahat, hinaan, hingga penyebaran ujaran yang menjatuhkan seseorang secara massal.

Bahkan, tidak sedikit korban cyberbullying yang mengalami tekanan mental berat hanya karena unggahan, penampilan, opini, atau kesalahan kecil yang viral di internet.

Fenomena ini menunjukkan bahwa dunia digital yang seharusnya menjadi ruang berekspresi justru bisa berubah menjadi tempat yang tidak aman 

Menurut UNICEF, cyberbullying merupakan bentuk perundungan yang dilakukan melalui teknologi digital, seperti media sosial, aplikasi pesan, game online, dan perangkat ponsel.

Masalah ini semakin relevan karena masyarakat modern hidup sangat dekat dengan internet. Banyak orang menghabiskan waktu berjam-jam di media sosial setiap hari.

Interaksi yang serba cepat membuat sebagian orang mudah mengetik komentar tanpa memikirkan dampaknya bagi orang lain. Tidak sedikit pula pelaku yang merasa lebih berani melakukan perundungan karena berlindung di balik akun anonim.

BACA JUGA: Kematian Dokter Internship FK Unsri Diinvestigasi, Dugaan Bullying Diselidiki

Fenomena cyberbullying juga semakin sering terjadi karena budaya bercanda yang terlewat batas. Banyak orang menganggap hinaan atau ejekan hanyalah humor biasa. Padahal, candaan yang terus dilakukan dan membuat seseorang merasa malu atau tersakiti sudah termasuk bentuk bullying.

Dampak cyberbullying bukan hal sepele. Korban dapat mengalami stres, kecemasan, kehilangan rasa percaya diri, hingga depresi. Bahkan dalam kasus ekstrem, korban bisa mengalami trauma berat dan muncul keinginan untuk menyakiti diri sendiri.

Banyak korban juga memilih menarik diri dari lingkungan sosial karena merasa takut dihakimi atau dipermalukan secara online. Kondisi ini dapat memengaruhi kehidupan akademik, pekerjaan, hingga hubungan sosial mereka di masa depan.

Tidak hanya korban, pelaku cyberbullying juga bisa terdampak. Kebiasaan menyerang orang lain secara online dapat menumpulkan empati dan membuat seseorang terbiasa bersikap agresif. Lama-kelamaan, perilaku ini dapat memengaruhi cara seseorang berinteraksi di kehidupan nyata.

BACA JUGA: Melawan Bullying: Peran Orang Tua dan Guru dalam Melindungi Anak

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: