WHO Ungkap Kasus Hantavirus di Kapal Pesiar, Ini Gejala Awalnya
Ilustrasi Hantavirus--chatgpt.com
RADARTVNEWS.COM – Virus hanta atau hantavirus kembali menjadi perhatian dunia setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menerima laporan adanya klaster penyakit misterius di kapal pesiar MV Hondius pada 2 Mei 2026.
Kapal yang sedang berlayar di kawasan Atlantik itu membawa sekitar 147 penumpang dan kru. Hingga awal Mei, WHO mencatat tujuh kasus terkait hantavirus, termasuk tiga orang meninggal dunia dan satu pasien dalam kondisi kritis.
Kasus ini langsung menarik perhatian karena hantavirus tergolong penyakit langka. WHO menyebut dua kasus sudah terkonfirmasi positif.
Dugaan awal mengarah pada paparan virus dari hewan pengerat seperti tikus. Namun, otoritas kesehatan masih menelusuri sumber penularan pastinya.
Virus ini biasanya menyebar melalui urine, air liur, dan kotoran tikus yang terinfeksi. Penularan paling sering terjadi saat seseorang menghirup partikel kecil di udara dari area yang kotor atau tertutup.
Risiko juga meningkat ketika membersihkan gudang, rumah kosong, loteng, atau tempat yang lama tidak dihuni tanpa menggunakan masker dan sarung tangan.
Gejala awal hantavirus sering kali mirip flu biasa sehingga cukup sulit dikenali. Banyak penderita awalnya hanya merasa kurang enak badan. Beberapa gejala yang umum muncul antara lain:
- Demam
- Sakit kepala
- Nyeri otot
- Tubuh terasa lemas
- Mual dan muntah
- Nyeri perut
- Pusing
Pada sebagian kasus, kondisi pasien dapat memburuk dalam waktu singkat. Penderita bisa mengalami batuk dan sesak napas akibat adanya cairan yang memenuhi paru-paru.
Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat membahayakan nyawa. Di beberapa wilayah, hantavirus juga bisa menyerang ginjal dan menyebabkan gangguan fungsi organ tersebut.
WHO membagi penyakit akibat hantavirus menjadi dua kelompok utama. Di Asia dan Eropa, virus ini sering kali menyebabkan Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome atau HFRS yang menyerang ginjal.
Sementara di kawasan Amerika, virus ini lebih sering menyebabkan Hantavirus Pulmonary Syndrome atau HPS yang menyerang sistem pernapasan.
Sampai sekarang belum ada vaksin maupun obat khusus untuk menyembuhkan hantavirus. Penanganan pasien biasanya dilakukan dengan perawatan intensif untuk membantu pernapasan dan menjaga kondisi tubuh tetap stabil. Karena itu, deteksi dini menjadi sangat penting.
WHO mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan agar terhindar dari tikus. Beberapa langkah pencegahan yang disarankan adalah menutup akses masuk tikus ke rumah, menyimpan makanan dengan baik, membuang sampah secara rutin, dan menggunakan alat pelindung saat membersihkan area yang kotor.
BACA JUGA: Tiga Penumpang Meninggal, WHO Telusuri Dugaan Penularan Hantavirus di Kapal Pesiar MV Hondius
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: