Mengenal Sindrom Tourette dan Istilah Tic

Mengenal Sindrom Tourette dan Istilah Tic

Ilustrasi Sindrom Tourette-Foto: Life Unfolded-Pinterest

RADARTVNEWS.COM - Sindrom Tourette adalah sebuah kondisi neurologis yang sering disalahpahami. Banyak orang mengira ini sekadar kebiasaan aneh atau bahkan bercanda, padahal sebenarnya ini adalah gangguan pada sistem saraf yang membuat penderitanya melakukan gerakan atau suara secara spontan dan sulit dikendalikan.

Dilansir dari Alodokter, sindrom tourette merupakan gangguan saraf yang ditandai dengan munculnya “tic”, yaitu gerakan atau ucapan berulang yang terjadi tanpa disadari dan tidak bisa dikontrol sepenuhnya. tic ini bisa berupa hal sederhana seperti mengedipkan mata, menggerakkan kepala, sampai mengeluarkan suara tertentu seperti batuk, berdeham, atau bahkan kata-kata spontan.

Menariknya, kondisi ini biasanya mulai muncul sejak masa kanak-kanak dan bisa berkembang sebelum usia 18 tahun, dengan tingkat keparahan yang berbeda-beda pada tiap individu. Ada yang hanya mengalami gejala ringan, tapi ada juga yang cukup mengganggu aktivitas sehari-hari.

BACA JUGA: Pahami Penyakit Kronis, Langkah Awal Menjaga Kesehatan Jangka Panjang

Kalau dilihat lebih dalam, tourette terbagi menjadi dua jenis tic. Pertama, tic motorik, yaitu gerakan tubuh seperti kedipan mata atau gerakan bahu. Kedua, tic vokal, yaitu suara atau ucapan yang keluar tanpa disengaja. Kedua jenis ini bisa muncul bersamaan atau bergantian, dan sering kali didahului oleh sensasi tertentu di tubuh sebelum akhirnya menjadi tic.

Soal penyebabnya, sampai sekarang belum ada jawaban pasti. Namun kondisi ini diduga berkaitan dengan faktor genetik dan gangguan pada zat kimia otak yang mengatur gerakan. 

Yang membuat sindrom tourette semakin dikenal publik adalah karena beberapa selebriti dunia secara terbuka mengaku mengalaminya. Salah satu yang paling terkenal adalah Billie Eilish.

Dalam sebuah artikel yang dipublikasikan Teen Vogue, Billie mengungkapkan bahwa ia didiagnosis tourette sejak usia 11 tahun dan sering mengalami tic yang terasa melelahkan, meskipun tidak selalu terlihat saat tampil di depan publik.

Selain itu, ada juga Lewis Capaldi. Dilansir dari The Guardian, ia mengaku mengalami kedutan pada bahunya terutama saat emosi meningkat, dan bahkan menjalani perawatan seperti suntikan botox untuk membantu mengontrol gejalanya.

Keberanian mereka untuk terbuka membantu mengubah stigma, bahwa orang dengan Tourette tetap bisa sukses dan berkarya.

BACA JUGA: Bangun Tidur Berkualitas, Rehabilitasi Sederhana untuk Lawan Insomnia

Terus, gimana sih penanganannya?

Sebenarnya belum ada obat yang benar-benar menyembuhkan sindrom Tourette, tetapi gejalanya bisa dikendalikan. Penanganannya biasanya disesuaikan dengan tingkat keparahan.

Untuk kasus ringan, sering kali tidak perlu pengobatan khusus. Namun jika tic sudah mengganggu aktivitas, beberapa langkah bisa dilakukan. Salah satunya adalah terapi perilaku, di mana penderita dilatih untuk menyadari dan mengontrol tic mereka.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: