Mengenal Sindrom Tourette dan Istilah Tic

Mengenal Sindrom Tourette dan Istilah Tic

Ilustrasi Sindrom Tourette-Foto: Life Unfolded-Pinterest

Terapi tersebut juga sering dikombinasikan dengan teknik relaksasi, meditasi, atau latihan pernapasan.

Selain itu, dokter juga bisa memberikan obat-obatan tertentu seperti antipsikotik atau antidepresan untuk membantu mengurangi frekuensi dan intensitas tic.

Dalam kasus yang sangat berat, bahkan ada metode seperti stimulasi otak (deep brain stimulation), meskipun ini jarang digunakan.

Yang tidak kalah penting adalah dukungan lingkungan. Penderita tourette sering mengalami tekanan sosial karena dianggap “aneh”. Padahal, dengan pemahaman yang tepat, mereka bisa menjalani hidup secara normal, bahkan berprestasi seperti para selebriti tadi.

Kesimpulannya, sindrom tourette bukan sekadar kebiasaan atau perilaku aneh, melainkan kondisi medis nyata yang membutuhkan pemahaman dan empati.

Meski tidak bisa disembuhkan sepenuhnya, kondisi ini bisa dikelola dengan terapi, obat, dan dukungan sosial yang baik, dan yang terpenting, tidak menghalangi seseorang untuk tetap sukses dalam hidupnya. (*)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: