Hemat yang Membawa Petaka: Waspada 5 Bahaya Fatal Gunakan Minyak Jelantah Berulang Kali!

Hemat yang Membawa Petaka: Waspada 5 Bahaya Fatal Gunakan Minyak Jelantah Berulang Kali!

ilustrasi minyak jelantah-pinterest-

RADARTVNEWS.COM – Memasuki minggu pertama Maret 2026, harga kebutuhan pokok di pasar-pasar tradisional Bandar Lampung, mulai dari Pasar Pasir Gintung hingga Pasar Kangkung, terpantau masih menjadi perhatian utama para ibu rumah tangga. Salah satu cara yang sering dilakukan untuk menghemat pengeluaran dapur adalah dengan menggunakan kembali minyak goreng hingga berkali-kali sampai warnanya menghitam, atau yang populer disebut minyak jelantah.

Namun, penghematan ini ibarat "bom waktu" bagi kesehatan keluarga. Minyak yang dipanaskan berulang kali mengalami kerusakan struktur kimia yang sangat berbahaya. Berikut adalah 5 risiko fatal yang mengintai jika Anda masih nekat menggunakan minyak jelantah:

1. Pembentukan Senyawa Karsinogen (Pemicu Kanker)

Saat minyak goreng dipanaskan hingga mencapai titik asap (smoke point) secara berulang, terjadi proses oksidasi yang hebat. Proses ini melepaskan senyawa kimia bernama Akrilamida dan Polisiklik Aromatik Hidrokarbon (PAH).

Bahayanya: Senyawa-senyawa ini bersifat karsinogenik atau pemicu tumbuhnya sel kanker dalam tubuh. Paparan jangka panjang dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker kolon (usus besar), kanker hati, hingga kanker perut.

2. Penumpukan Lemak Trans dan Kolesterol Jahat

Minyak goreng yang digunakan berulang kali akan berubah menjadi lemak trans yang sangat sulit diurai oleh tubuh.

Dampaknya: Konsumsi gorengan dengan minyak jelantah secara rutin akan meningkatkan kadar LDL (Low-Density Lipoprotein) atau kolesterol jahat dan menurunkan HDL (kolesterol baik). Akibatnya, terjadi penyumbatan pembuluh darah (aterosklerosis) yang memicu penyakit jantung koroner dan stroke di usia muda.

BACA JUGA:Gerak Cepat Gubernur Mirza Tekan Harga Minyak Goreng, Lampung Catat Harga Terbaik se-Indonesia 

3. Sumber Radikal Bebas yang Merusak Sel

Minyak jelantah kaya akan radikal bebas yang dapat menyerang sel-sel sehat dalam tubuh.

Risiko: Radikal bebas ini memicu peradangan kronis di berbagai organ tubuh. Selain merusak organ dalam, radikal bebas juga mempercepat penuaan dini pada kulit dan menurunkan sistem kekebalan tubuh, membuat warga Lampung lebih rentan jatuh sakit.

4. Media Berkembang Biaknya Bakteri Berbahaya

Seringkali, minyak jelantah disimpan di dalam penggorengan tanpa penutup dengan sisa-sisa remahan makanan di dalamnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: