Dua Pekan Dirawat, Ini Penjelasan Keluarga hingga Lokasi Pemakaman Jendral (Purn) Try Sutrisno

Dua Pekan Dirawat, Ini Penjelasan Keluarga hingga Lokasi Pemakaman Jendral (Purn) Try Sutrisno

Jendral (Purn) TNI Try Sutrisno -Foto : Tangkapan Layar Youtube Sekretariat Presiden-

RADARTVNEWS.COM — Indonesia kembali berduka. Mantan Wakil Presiden Republik Indonesia ke-6, Try Sutrisno, meninggal dunia pada Senin (2/3/2026) pukul 06.58 WIB di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta.

Kabar wafatnya pertama kali dikonfirmasi oleh mantan Kepala RSPAD, Letjen TNI (Purn) Albertus Budi Sulistya. Saat dihubungi awak media, ia membenarkan bahwa Try Sutrisno berpulang pada pagi hari setelah menjalani perawatan intensif.

Pihak keluarga kemudian memberikan keterangan lebih lanjut mengenai kondisi kesehatan almarhum sebelum wafat.

Putra Try Sutrisno, Taufik Dwi Cahyono, menjelaskan bahwa kondisi sang ayah memang terus menurun dalam beberapa waktu terakhir karena faktor usia yang telah menginjak 90 tahun.

Ia menyampaikan bahwa tidak ada penyakit berat atau diagnosis khusus yang diderita. Namun menurutnya, secara alami fungsi tubuh almarhum mengalami penurunan, termasuk pada sistem pernapasan.

Taufik menggambarkan bahwa kondisi tersebut merupakan proses yang terjadi seiring bertambahnya usia.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Try Sutrisno telah menjalani perawatan di RSPAD sejak 16 Februari 2026. 

Saat itu, almarhum mulai kehilangan selera makan dan kondisi fisiknya melemah, sehingga keluarga memutuskan untuk membawanya ke rumah sakit agar mendapatkan penanganan medis yang lebih intensif.

BACA JUGA:Indonesia Berduka, Try Sutrisno Wafat di Usia 90 Tahun, Ini Jejak Pengabdiannya!

BACA JUGA:Ayatollah Ali Khamenei Meninggal, Iran-Irak Tetapkan Hari Berkabung Nasional

Selama sekitar dua minggu dirawat, kondisi kesehatan Try Sutrisno sempat stabil. Namun dalam beberapa hari terakhir, kesehatannya kembali menurun hingga akhirnya mengembuskan napas terakhir dengan tenang didampingi keluarga.

Dalam pernyataannya, Taufik juga menyampaikan pesan yang selama ini dipegang sang ayah. Ia mengatakan bahwa Try Sutrisno memiliki kecintaan yang besar terhadap Indonesia dan selalu menempatkan kepentingan negara sebagai prioritas utama sepanjang hidupnya.

Menurut Taufik, semangat pengabdian itu tetap beliau pegang hingga akhir hayat.

Keluarga juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia apabila selama masa jabatan dan pengabdiannya terdapat kesalahan maupun kekhilafan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: