Demam Padel & Pickleball 2026: Mengapa Olahraga Ini Geser Pamor Badminton di Lampung?

Demam Padel & Pickleball 2026: Mengapa Olahraga Ini Geser Pamor Badminton di Lampung?

ilustrasi padel-pinterest-

RADARTVNEWS.COM – Suasana akhir pekan di kawasan Way Halim hingga sekitar Stadion Pahoman terasa berbeda. Jika dulu suara kok badminton mendominasi, kini dentingan bola mengenai paddle tanpa senar justru lebih sering terdengar. Tahun 2026 menjadi saksi lahirnya tren baru: Padel dan Pickleball menjelma olahraga paling digandrungi warga Bandar Lampung.

Fenomena ini bukan sekadar ikut-ikutan. Ada perubahan gaya hidup yang ikut mendorong popularitasnya.

Pertama, lebih ramah pemula.

Berbeda dengan badminton yang menuntut refleks cepat dan stamina prima, Padel dan Pickleball lebih mudah dipelajari. Teknik dasarnya sederhana, ritme permainan cepat namun tidak terlalu menguras fisik. Banyak komunitas lokal menyebutnya sebagai olahraga “sekali coba langsung bisa main”.

Kedua, lapangan lebih kompak dan sosial.

Ukuran lapangan yang lebih kecil membuat interaksi terasa dekat dan cair. Di beberapa titik kota, lapangan bahkan berdampingan dengan kafe estetik. Konsep “main sebentar, nongkrong lama” menjadi magnet tersendiri bagi generasi muda dan kalangan profesional yang ingin berolahraga sekaligus membangun relasi.

BACA JUGA:Sehat Tanpa Ribet, Ini Olahraga Ringan yang Semakin Digemari Gen Z

Ketiga, hadirnya fasilitas Smart Court.

Sejumlah pengelola lapangan di Lampung mulai mengadopsi sistem reservasi digital dan kamera berbasis AI. Setiap pertandingan bisa direkam otomatis, lalu diunduh untuk dibagikan ke media sosial. Bagi generasi digital, fitur ini meningkatkan gengsi sekaligus pengalaman bermain.

Keempat, menggerakkan ekonomi kreatif.

Toko-toko olahraga di Jalan Raden Intan hingga Antasari kini menyediakan sudut khusus perlengkapan paddle. Bahkan, brand lokal mulai memproduksi jersey bermotif tapis modern. Tren ini tak hanya menyehatkan tubuh, tetapi juga menghidupkan UMKM kreatif daerah.

Kelima, potensi sport tourism.

Beberapa resor di Pesawaran dan Lampung Selatan mulai melirik konsep lapangan Pickleball dengan latar laut. Ide “Sport and Vacation” diyakini mampu menarik wisatawan dari luar daerah untuk berakhir pekan aktif di Lampung.

Padel dan Pickleball bukan sekadar olahraga baru. Ia telah menjadi simbol pergeseran gaya hidup: aktif, sosial, digital, dan estetik. Pertanyaannya kini, apakah badminton akan benar-benar tergeser, atau justru lahir harmoni baru di dunia olahraga Lampung? Waktu yang akan menjawab.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: