Panduan Cerdas Masak di Rumah: Lebih Hemat, Sehat, dan Anti Gagal

Panduan Cerdas Masak di Rumah: Lebih Hemat, Sehat, dan Anti Gagal

ilustrasi makanan -pinterest-

RADARTVNEWS.COM - Di era aplikasi pesan antar yang serba instan, kegiatan memasak di rumah sering kali dianggap merepotkan. Padahal, menguasai dapur adalah salah satu skill paling berharga yang bisa dimiliki siapa saja.

Memasak bukan hanya soal mencampur bumbu, tapi soal mengambil kendali penuh atas kesehatan, keuangan, dan kualitas hidup Anda.

Jika Anda merasa selama ini memasak itu sulit, mungkin Anda hanya butuh strategi yang tepat untuk memulainya. Mengapa harus masak sendiri? Alasan paling logis tentu saja adalah kesehatan.

Saat membeli makanan di luar, kita tidak pernah tahu seberapa banyak minyak jenuh, garam ($NaCl$), atau penyedap rasa yang dituangkan ke dalam piring kita. Dengan memasak sendiri, Anda adalah "bos" di dapur.

Anda bisa memilih bahan organik, mengganti santan dengan susu rendah lemak, atau mengurangi gula secara drastis. Secara jangka panjang, kebiasaan ini adalah benteng pertahanan utama melawan penyakit gaya hidup.

Selain itu, sisi ekonomi tidak bisa bohong. Biaya satu porsi kopi kekinian dan camilan di kafe sering kali setara dengan bahan makanan mentah untuk satu keluarga selama satu hari.

Dengan belanja mingguan yang terencana, Anda bisa memangkas pengeluaran makan hingga 50%. Belum lagi kontribusi positif Anda terhadap lingkungan dengan mengurangi sampah plastik dari bungkus makanan takeaway.

Banyak orang menyerah sebelum mulai karena melihat resep yang rumit. Kuncinya adalah sederhanakan prosesnya.

Stok Bumbu Dasar: pastikan Anda selalu punya bawang merah, bawang putih, cabai, dan garam. Keempat bahan ini adalah fondasi dari 80% masakan Indonesia yang lezat.

Mise en Place: ini adalah teknik rahasia para koki profesional. Artinya, siapkan dan potong semua bahan sebelum menyalakan kompor. Kekacauan di dapur biasanya terjadi karena kita sibuk memotong bawang saat minyak sudah kepanasan.

Jangan Takut Salah: rasa adalah soal jam terbang. Jika masakan terlalu asin, tambahkan sedikit air atau perasan jeruk nipis untuk menyeimbangkan rasa. Jika hambar, jangan ragu menambah sedikit demi sedikit bumbu hingga pas di lidah.

Jadikan memasak sebagai hiburan jangan pandang memasak sebagai beban rumah tangga. Putarlah musik favorit atau dengarkan podcast sambil mengiris sayuran.

Aktivitas memotong dan menumis sebenarnya bisa menjadi bentuk relaksasi atau stress release setelah seharian bekerja di depan layar komputer.

Aroma bumbu yang harum di dapur sering kali menjadi penawar lelah yang instan. Sebagai penutup, Anda tidak perlu menjadi koki bintang lima untuk mulai memasak. Mulailah dari menu paling sederhana seperti nasi goreng atau tumis kangkung.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: