Copot Spion +15 HP? Ini Kesalahan Paling Umum Anak Muda Ketika Modifikasi Motor
Ilustrasi modifikasi motor-Photo: Nezzie-Pinterest
RADARTVNEWS.COM – Tren modifikasi motor di kalangan anak muda terus berkembang. Mulai dari modifikasiikasi konsep proper, konsep plat KT, konsep thailook, OEM style, hingga road race.
Semua konsep modifikasi tersebut menjadi bentuk ekspresi diri. Namun dibalik kreativitas dari aliran modifikasi, masih banyak kesalahan yang kerap dilakukan oleh pengguna.
Para pengguna kendaraan yang melakukan modifikasi pada kendaraannya seringkali mengutamakan tampilan dari kendaraannya. Namun, seringkali keselamatan berkendara jadi hal yang dikorbankan agar tampilan kendaraan sesuai dengan aliran modifikasinya.
Oleh karena itu, berikut hal yang seringkali menjadi kesalahan ketika kendaraan dimodifikasi:
1. Melepas atau Mengganti Spion
Banyak pengendara yang mengganti spion kendaraan demi mengejar tampilan yang lebih keren. Biasanya pengendara akan mengganti spion bawaan pabrik dengan spion aftermarket yang ukurannya lebih kecil, bahkan tidak menggunakan spion.
Hal ini sangat membahayakan pengendara dan pengguna jalan lain, karena visibilitas berkendara akan berkurang dan meningkatkan resiko kecelakaan.
2. Ban Slick/Semi-Slick Untuk Daily
Ban jenis slick adalah jenis ban yang tidak memiliki alur pada permukaannya. Hal ini meningkatkan grip di jalanan yang mulus dan kering, sehingga hanya digunakan untuk balapan di sirkuit.
Namun di jalan umum, terutama jalanan Indonesia yang sulit ditebak. Penggunaan ban jenis ini sangat berbahaya karena ban tidak memiliki kemampuan untuk membelah air ketika hujan sehingga dapat menyebabkan kecelakaan fatal.
3. Knalpot Tidak Sesuai Standar
Penggunaan knalpot aftermarket seringkali meningkatkan performa kendaraan karena siklus exhaust pada mesin menjadi lebih lancar. Namun banyak pengguna yang asal memilih knalpot tanpa memperhitungkan dampaknya ke mesin.
Akibatnya suara yang dihasilkan kendaraan menjadi terlalu bising dan mengganggu masyarakat sekitar. Selain itu, alih-alih meningkatkan performa, knalpot yang tidak sesuai dengan spek mesin akan mengganggu performa dan memperpendek usia mesin.
4. Lampu Terlalu Silau
Banyak pengguna jalan yang mengganti lampu utama kendaraan dengan lampu aftermarket dengan daya tinggi. Lampu jenis tersebut sangat membantu terutama di daerah yang minim penerangan.
Namun lampu dengan daya yang tinggi akan terlalu berlebihan jika digunakan di daerah perkotaan yang memiliki pencahayaan cukup. Lampu tersebut justru hanya akan menyilaukan pengguna jalan lain. Selain itu, lampu tersebut akan menguras baterai kendaraan jika dipakai terus menerus yang menyebabkan umur baterai menjadi berkurang.
5. Pemilihan Komponen Kaki-Kaki
Komponen kaki-kaki kendaraan seperti shockbreaker, pengereman, dan velg adalah hal yang sangat vital sehingga modifikasi komponen ini tidak bisa sembarangan.
Menggunakan komponen kaki-kaki yang tidak sesuai dengan kebutuhan dan spek kendaraan akan mengganggu performa. Bahkan akan membahayakan jika menggunakan komponen yang menggunakan material yang murah atau brand palsu.
Modifikasi kaki-kaki juga harus digunakan sesuai dengan kebutuhan. Shockbreaker yang terlalu rendah jika digunakan untuk sehari-hari akan merepotkan pengguna karena bagian dek kendaraan mudah tersangkut lubang atau pembatas kecepatan.
Begitu pula velg, velg yang menggunakan material CNC tidak sekuat material besi, sehingga beresiko pecah jika menghantam lubang dalam kecepatan tinggi.
Modifikasi pada dasarnya adalah bagian dari kreativitas dan identitas. Namun aspek keselamatan dan keamanan tetap harus menjadi prioritas utama daripada tampilan kendaraan. (*)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: