Jasa Sewa iPhone di Lampung Masih Laris Manis di 2026, Kok Bisa?
ilustrasi-pinterest-
RADARTVNEWS.COM – Fenomena jasa sewa iPhone ternyata belum meredup di tahun 2026. Alih-alih ditinggalkan, bisnis ini justru makin menjamur di Bandar Lampung. Jika dulu orang menyewa hanya untuk pamer gaya saat nongkrong, kini alasannya bergeser menjadi kebutuhan profesional bagi para pejuang konten atau content creator pemula.
Mengapa banyak orang rela mengeluarkan uang ratusan ribu per hari hanya untuk memegang ponsel berlogo apel krowak ini? Berikut adalah faktanya:
1. Kualitas Kamera untuk "Ngonten" Maksimal
Tak bisa dipungkiri, ekosistem media sosial di tahun 2026 masih sangat ramah terhadap hasil unggahan dari iPhone. Banyak micro-influencer atau penjual online di Lampung yang memilih menyewa iPhone seri terbaru untuk sesi pengambilan gambar produk atau video reels agar hasilnya lebih tajam dan tidak pecah saat diunggah.
2. Solusi "Gengsi" Saat Acara Penting
Acara seperti pesta pernikahan, reuni sekolah, hingga konser musik dunia menjadi momen puncak permintaan jasa sewa. Banyak anak muda merasa lebih percaya diri saat mengabadikan momen spesial dengan perangkat yang dianggap premium. Daripada mencicil ponsel mahal yang menguras kantong, sistem sewa harian dianggap lebih "masuk akal" secara finansial bagi mereka.
BACA JUGA:Deretan iPhone Yang Masih Layak dan Rekomendasi Digunakan Di Tahun 2026
3. Mencoba Sebelum Membeli
Banyak calon pembeli yang memanfaatkan jasa sewa ini sebagai ajang test drive. Sebelum mengeluarkan uang puluhan juta untuk membeli seri terbaru, mereka menyewanya selama 1-2 hari untuk merasakan fitur kamera, daya tahan baterai, hingga kenyamanan genggamannya.
4. Syarat yang Makin Ketat
Mengingat harga perangkat yang sangat mahal, para penyedia jasa sewa di Lampung kini menerapkan syarat yang sangat ketat. Mulai dari jaminan identitas asli (KTP/KK), akun media sosial yang aktif, hingga denda kerusakan yang tidak sedikit. Hal ini dilakukan untuk menghindari risiko penipuan atau pencurian yang marak terjadi.
Sisi Lain: Bijak dalam Bergaya
Fenomena ini memicu diskusi menarik di kalangan netizen. Banyak yang menilai ini adalah cara cerdas untuk mendukung hobi, namun tak sedikit yang mengingatkan agar jangan sampai terjebak dalam gaya hidup yang dipaksakan. "Gunakan teknologi sebagai alat bantu produktivitas, bukan sekadar topeng gengsi," ujar salah satu pengamat gaya hidup digital.
BACA JUGA:APPLE Rombak Strategi! iPhone Baru Keluar 2 Tahun Sekali Mulai 2026
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: