JTTS dan Jembatan Musi V Pangkas Waktu Tempuh Kayu Agung–Betung Jadi Satu Jam
Tangkapan Layar -Foto : Instagram Agusyudhoyono-
Palembang, RADARTVNEWS.COM - Harapan baru bagi mobilitas masyarakat Sumatera Selatan mulai terlihat dengan segera rampungnya pembangunan jalan tol dan Jembatan Musi V.
Dimana sebelumnya perjalanan dari Kayu Agung, Palembang menuju Betung bisa memakan waktu hingga empat jam, setelah rampungnya Pembangunan jalan tol dan jembatan musi V segera dipangkas drastis menjadi sekitar satu jam saja.
Ruas ini merupakan bagian penting dari Jalan Tol Trans-Sumatera yang membentang menghubungkan Aceh hingga Lampung. Kehadirannya diyakini menjadi pengungkit utama konektivitas antarwilayah sekaligus pembuka simpul-simpul ekonomi baru.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, menegaskan bahwa penurunan waktu tempuh ini bukan sekadar soal kecepatan perjalanan. Lebih dari itu, kelancaran mobilitas akan mengurai titik-titik kemacetan (bottleneck) yang selama ini menghambat arus logistik dan aktivitas masyarakat.
“Dengan perjalanan yang jauh lebih singkat, produktivitas meningkat. Distribusi barang lebih lancar, biaya logistik lebih efisien, dan pergerakan orang menjadi lebih nyaman,” ujarnya saat melakukan kunjungan lapangan, Rabu (11/2) kemarin.
BACA JUGA:Peserta BPJS – PBI bisa Usulkan Kembali Menjadi Penerima Bantuan
Difungsikan Saat Arus Mudik
Pemerintah menargetkan, sebelum masa arus mudik dan arus balik Lebaran tiba, ruas tol tersebut sudah dapat difungsikan secara sementara atau fungsional. Langkah ini diharapkan membantu mengurai kepadatan kendaraan yang setiap tahun meningkat signifikan.
Dalam kunjungannya, Menko Infrastruktur AHY menitipkan pesan kepada para pekerja di lapangan agar tetap mengutamakan faktor keselamatan dan menjaga kualitas pembangunan. Ia menekankan pentingnya serangkaian pengujian teknis sebelum ruas tol dioperasikan.
Menurutnya, tugas Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan adalah memastikan setiap proyek konektivitas benar-benar berdampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi daerah serta optimalisasi potensi sumber daya alam.
Komitmen Zero ODOL
Tak hanya membangun, pemerintah juga memperkuat pengawasan. Bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, Kepolisian Daerah Sumatera Selatan, dan jajaran Forkopimda, upaya pengendalian truk Over Dimension Over Load (ODOL) terus digencarkan.
BACA JUGA:Lampung Bidik Pasar Malaysia, Dari UMKM hingga Tenaga Kerja Migran
Fenomena kendaraan bermuatan lebih selama ini menjadi salah satu penyebab utama kerusakan jalan dan tingginya risiko kecelakaan. Seiring masifnya pembangunan infrastruktur, pemerintah mendorong terwujudnya “zero ODOL” demi menjaga ketahanan jalan sekaligus melindungi keselamatan pengguna.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: