Lampung Hampir 100 Persen Teraliri Listrik, Tantangan dan Ambisi Menuju Energi Bersih
Suasana Malam di Pinggiran Lampung-Foto : Ardi Joe-
BANDAR LAMPUNG, RADARTVNEWS.COM - Lampung semakin terang. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung mengumumkan rasio elektrifikasi mencapai 99,85 persen, menandai hampir seluruh wilayah provinsi kini teraliri listrik hingga ke pelosok.
“Rasio Elektrifikasi (RE) Provinsi Lampung telah menyentuh 99,85 persen,” ujar Bani Ispriyanto, Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Provinsi Lampung, dalam keterangannya di Bandarlampung, Jumat, 6 Februari 2026.
Meski capaian ini menggembirakan, Bani menekankan, Lampung masih menghadapi tantangan besar. Pemasangan jaringan listrik di kawasan hutan dan konservasi—seperti Kabupaten Mesuji, Lampung Barat, Way Kanan, dan Lampung Tengah—menjadi hambatan utama. Selain itu, menjangkau masyarakat di wilayah pelosok memerlukan kerja sama lintas lembaga, termasuk dukungan Kementerian Kehutanan, agar target 100 persen elektrifikasi segera tercapai.
Namun, Pemprov Lampung tidak berhenti pada ketersediaan listrik semata. Fokus kini meluas pada pemberdayaan ekonomi masyarakat, melalui program “Listrik Masuk Sawah”. Program ini memudahkan petani mengakses listrik untuk pompa air, sekaligus menekan biaya produksi pertanian secara signifikan.
Dukungan politisi juga menguatkan langkah ini. Sugeng Suparwoto, Ketua Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi XII DPR RI, menyoroti ketergantungan Lampung pada suplai listrik 400 Megawatt (MW) dari Sumatera Selatan. Dengan kebutuhan total mencapai 1,3 Gigawatt (GW), kemampuan produksi mandiri Lampung baru 900 MW.
“Listrik bukan lagi barang mewah, tapi kebutuhan pokok masyarakat. Negara wajib hadirkan listrik di setiap rumah tangga,” tegas Sugeng.
BACA JUGA:Penghematan Penggunaan Lampu Menjadi Langkah Penting dalam Efisiensi Energi Listrik
BACA JUGA:Uji Coba Finland dan Masa Depan Energi Nirkabel, Ketika Listrik Mengalir Lewat Udara
Selain masalah pasokan, Sugeng memberi apresiasi pada PLTU Tarahan yang menerapkan teknologi cofiring biomassa 12,5 persen, langkah ramah lingkungan sejalan dengan komitmen Indonesia dalam Paris Agreement untuk mencapai Net Zero Emission.
Lampung pun berpotensi besar di Energi Baru Terbarukan (EBT), khususnya panas bumi/geothermal dengan kapasitas hampir 1 GW. Potensi ini ramah lingkungan, hemat air tanah, dan bisa menjadi pilar ketahanan listrik provinsi lima tahun ke depan, jika direncanakan bersama PLN dan ESDM.
Sugeng menambahkan, percepatan program elektrifikasi rumah tangga, penggunaan kompor induksi, dan kendaraan listrik menjadi kunci efisiensi energi nasional sekaligus mendekatkan Lampung ke target 100 persen elektrifikasi.
Lampung semakin terang, namun perjalanan menuju listrik untuk semua, ramah lingkungan, dan andal masih membutuhkan kerja sama semua pihak. (*)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
