BANNER HEADER DISWAY HD

Siap-siap! Thailand akan Bangun Disneyland yang ke-lima di Asia

Siap-siap! Thailand akan Bangun Disneyland yang ke-lima di Asia

Ilustrasi Disneyland-Pinterest: Charlie D-

RADARTVNEWS.COM - Thailand di gadang-gadang akan membangun taman hiburan Disneyland yang diperkirakan memerlukan biaya berkisar 100 miliar baht atau sekitar Rp. 53,85 triliun.

Gagasan ini muncul setelah analisa finansial yang dikemukakan oleh Longtunman. Mereka merilis analisis mendalam mengenai potensi proyek tersebut bagi industri Pariwisata Thailand.

Dikutip dari Thaiger, selasa (13/1/2026) Longtunman menyebut nilai investasi yang dibutuhkan mencapai 100 miliar baht. Proyek ini dinilai strategis karena memiliki potensi menjadi motor baru pertumbuhan pariwisata Thailand di tengah persaingan ketat sektor pariwisata di kawasan Asia Tenggara.

Skema pengelolaan taman hiburan Disneyland di Thailand ini diperkirakan tidak akan dimiliki langsung oleh The Walt Disney Company. Model yang digunakan mungkin akan serupa dengan Tokyo Disneyland, yang dikelola oleh Oriental Land Company melalui sistem linsensi. Dengan pola ini, investor local Thailand akan berperan sebagai pengembang utama dalam proyek ini.

Para investor bertanggung jawab atas pembelian lahan, Pembangunan fasilitas, hingga operasional harian taman hiburan. Sementara itu, Walt Disney Company akan menyediakan hak kekayaan intelektual dan menerima royalti, sehingga kehadiran merek Disneyland akan terus berjalan tanpa harus menanggung risiko finansial secara langsung.

Kehadiran Disneyland di Thailand diharapkan menjadi fokus pariwisata yang selama ini identik dengan alam dan budaya, menuju hiburan yang modern berkelas internasional. Selain itu, proyek ini juga bernilai fantastis dan juga sejalan dengan Upaya pemerintahan Thailand dalam memperluas dan mendiversifikasi sumber pendapatan pada sektor pariwisata.

Jika rencana ini terealisasikan , Pembangunan taman hiburan Disneyland Thailand akan menjadi salah satu ekspansi terbesar infastruktur jasa di negara tersebut dan berpotensi mengubah peta pariwisatanya. (*)

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait