BANNER HEADER DISWAY HD

Fenomena Insecure di Usia Dewasa, Kenapa Rasa Tidak Pede Tak Pernah Hilang?

Fenomena Insecure di Usia Dewasa, Kenapa Rasa Tidak Pede Tak Pernah Hilang?

ilustrasi-foto: Pinterest-

RADARTVNEWS.COM - Rasa insecure atau kurang percaya diri sering dianggap masalah yang hanya muncul di masa remaja. Padahal, kenyataannya banyak orang dewasa pun masih menghadapi perasaan serupa. Bahkan di usia yang sudah matang, ketika banyak orang seharusnya lebih mapan dan yakin, insecurity bisa muncul dalam berbagai bentuk: takut gagal, cemas soal penampilan, khawatir dibandingkan dengan orang lain, atau merasa kurang layak di lingkungan sosial maupun profesional.

Penyebab Insecure di Usia Dewasa

1. Tekanan Sosial dan Perbandingan

Media sosial membuat kita mudah membandingkan diri dengan orang lain. Rekan kerja yang tampak sukses, teman yang terlihat selalu bahagia, atau bahkan influencer yang hidupnya “sempurna” dapat memicu rasa rendah diri.

2. Pengalaman Masa Lalu

Trauma atau pengalaman negatif di masa kecil atau remaja—seperti di-bully, dikritik berlebihan, atau gagal dalam hal penting—dapat meninggalkan bekas yang bertahan hingga dewasa.

3. Perfeksionisme

Orang dewasa sering menetapkan standar tinggi untuk diri sendiri. Ketika tidak tercapai, rasa gagal bisa memicu ketidakpercayaan diri dan rasa insecure.

4. Kurangnya Dukungan Emosional

Hidup dewasa seringkali menuntut kita mandiri. Minimnya dukungan dari keluarga atau lingkungan bisa membuat seseorang merasa sendirian menghadapi tantangan, sehingga insecurity mudah muncul.BACA JUGA:Tren Quite Living di Kalangan Anak Muda

Dampak Insecure pada Kehidupan Dewasa

Karier: Rasa takut gagal atau merasa kurang mampu bisa membuat seseorang menahan diri dari peluang promosi atau proyek besar.

Hubungan: Insecurity bisa membuat seseorang posesif, cemburu berlebihan, atau sulit percaya pada pasangan.

Kesehatan Mental: Rasa cemas dan rendah diri yang berkepanjangan dapat memicu stres, depresi, atau gangguan kecemasan.

Cara Mengurangi Perasaan Insecure

Kenali dan Terima Diri Sendiri, Sadari kekuatan dan kelemahan diri tanpa menghakimi. Self-acceptance adalah langkah pertama untuk membangun kepercayaan diri.

Batasi Perbandingan dengan Orang Lain, Media sosial boleh jadi hiburan, tapi jangan biarkan menjadi tolok ukur hidup Anda. Fokus pada kemajuan pribadi.

Bangun Jaringan Dukungan, Teman atau komunitas yang mendukung bisa memberi perspektif positif dan menguatkan.

Praktikkan Self-Compassion, Perlakukan diri sendiri dengan kelembutan, terutama ketika gagal atau menghadapi tantangan.

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: