Ironis! Kantor Dinas PU Bandar Lampung Kembali Dikepung Banjir, Warga Sukarame Geram
Banjir di Jalan Menuju Pemukiman Warga yang tak jauh dari Dinas PU Kota Bandar Lampung, Kamis (8/12026)-Foto : Krisna Jeri/ RLMG.-
BANDAR LAMPUNG, RADARTVNEWS.COM – Banjir kembali “menghantam” Sukarame, Bandar Lampung, Kamis Malam, 8 Januari 2026. Hal ini Terlihat di Jalan Pulau Sebesi dan Pulau Sangiang dimana air tergenang hingga setinggi betis orang dewasa.
Ironisnya, genangan terjadi tepat di depan Kantor Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Bandar Lampung, lembaga yang seharusnya menjadi garda terdepan penanganan drainase dan infrastruktur. Pemandangan ini sontak menjadi sorotan publik terutama warga yang melintas.
Sejumlah pengendara sepeda motor terpaksa menuntun kendaraannya, sementara sebagian warga memilih putar balik demi menghindari kerusakan. “Setiap hujan pasti banjir. Ini bukan sekali dua kali, tapi sudah jadi langganan,” keluh seorang pengendara.
Warga pun turun tangan membersihkan saluran air secara swadaya. Warga sekitar juga tampak membersihkan saluran air agar aliran kembali lancar. Mereka menyayangkan minimnya tindak lanjut dari pemerintah meski persoalan ini sudah lama dilaporkan.
“Kalau hujan deras, air cepat naik karena selokan tidak berfungsi. Sudah dilaporkan berkali-kali, tapi tidak ada tindak lanjut,” ungkap salah seorang warga.
BACA JUGA:Bandar Lampung Perkuat Talud dan Drainase sebagai Upaya Antisipasi Banjir
BACA JUGA:Banjir Rob Menguat, Enam Kabupaten di Lampung Masuk Zona Rawan Bencana Hidrometeorologi
Fenomena banjir yang berulang ini menunjukkan masalah struktural yang tak kunjung tuntas, mulai dari drainase sempit, saluran tersumbat, hingga tata kota yang kurang tertata.
Banjir di Sukarame bukan fenomena baru. Setiap hujan deras, genangan selalu muncul, menandakan adanya masalah struktural yang tak kunjung tuntas, mulai dari drainase sempit, saluran tersumbat, hingga tata kota yang kurang tertata.
Kondisi ini memicu pertanyaan publik terkait efektivitas anggaran dan proyek infrastruktur pemerintah kota.
Bagi warga, banjir bukan sekadar genangan, tetapi ancaman nyata bagi aktivitas, ekonomi, dan keselamatan. Kini publik menunggu, apakah banjir di depan Kantor Dinas PU Bandar Lampung akan menjadi alarm keras bagi pemerintah, atau hanya akan menjadi episode memalukan yang cepat dilupakan begitu air surut.
Mengapa titik yang sudah bertahun-tahun menjadi langganan banjir tidak pernah ditangani secara tuntas?
Bagi warga, banjir juga bukan sekadar genangan air. Ia mengancam aktivitas sehari-hari, perekonomian, dan keselamatan. Setiap hujan deras turun, kekhawatiran kembali menghantui. (*)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
