Minuman Bersoda Bisa Sebabkan Kerusakan Hati Lebih Cepat dari Alkohol? Begini Faktanya
--ISTIMEWA
RADARTVNEWS.COM - Sebuah unggahan di media sosial baru-baru ini ramai dibicarakan karena mengklaim bahwa minuman bersoda seperti Coca-Cola lebih berbahaya bagi hati dibanding alkohol.
BACA JUGA:Studi: Setiap Teguk Minuman Soda Manis Dapat Kurangi 12 Menit Umur Sehat Anda
Klaim tersebut menyebut bahwa hanya dengan mengonsumsi 250 ml soda per hari, risiko penyakit hati meningkat hingga 60 persen. Benarkah demikian?
Beberapa penelitian memang menunjukkan hubungan kuat antara konsumsi minuman bergula dan penyakit hati berlemak non-alkoholik (Non-Alcoholic Fatty Liver Disease atau NAFLD).
Sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal Journal of Hepatology (2023) menunjukkan bahwa orang yang sering mengonsumsi minuman berpemanis buatan atau bergula memiliki risiko lebih tinggi mengalami penumpukan lemak di hati.
Peneliti dari Universitas Harvard juga menemukan bahwa konsumsi rutin minuman manis lebih dari 1 gelas per hari dapat meningkatkan risiko NAFLD hingga 56%.
Namun, perlu dicatat bahwa penelitian ini tidak membandingkan langsung antara bahaya soda dan alkohol. Alkohol tetap menjadi salah satu penyebab utama penyakit hati seperti sirosis dan hepatitis alkoholik, sedangkan soda menyebabkan fatty liver non-alkoholik, dua kondisi yang berbeda dalam mekanisme dan tingkat keparahannya.
Minuman bersoda mengandung gula tambahan dalam jumlah tinggi, terutama fruktosa. Fruktosa berlebih tidak dapat diproses sepenuhnya oleh tubuh dan akhirnya diubah menjadi lemak di hati.
Lama-kelamaan, hal ini memicu resistensi insulin, peradangan, dan penumpukan lemak, yang dapat berkembang menjadi non-alcoholic steatohepatitis (NASH), bentuk berat dari penyakit hati berlemak.
Selain itu, studi dari European Journal of Clinical Nutrition (2022) menegaskan bahwa konsumsi soda secara rutin berhubungan dengan peningkatan risiko sindrom metabolik, obesitas, dan diabetes tipe 2, yang semuanya dapat memperburuk kondisi hati.
Klaim bahwa “Coke lebih berbahaya dari alkohol” tidak sepenuhnya akurat. Meski soda dapat merusak hati dan meningkatkan risiko fatty liver, alkohol tetap memiliki efek toksik langsung yang jauh lebih parah terhadap sel-sel hati.
Namun, mengonsumsi soda setiap hari jelas bukan kebiasaan sehat dan dapat memicu kerusakan hati dalam jangka panjang.
Para ahli menyarankan untuk membatasi asupan minuman berpemanis, menggantinya dengan air putih, teh tanpa gula, atau air mineral untuk menjaga kesehatan hati dan metabolisme tubuh.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: