Kinerja Unit PPA Polres Way Kanan Lambat Tangani Kasus Pencabulan, Pelaku Kabur Duluan

Kinerja Unit PPA Polres Way Kanan Lambat Tangani Kasus Pencabulan, Pelaku Kabur Duluan

--

BLAMBANGANUMPU, RADARTVNEWS.COM – Kinerja Unita Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Way Kanan, Polda Lampung harus dievalusi besar-besaran. Beberapa kasus laporan pencabulan tidak ada kejelasan di bawah PPA Polres Way Kanan.

Alih-alih menunjukan prestasi seperti Polres lain di Provinsi Lampung. PPA Polres Way Kanan terkesan lambat dan tak mau peduli.

Sebelumnya, kasus dugaan pencabulan yang menjadi atensi publik adalah tindak asusila atas seorang santriwati Ponpes Tri Bhakti As Syauqi, Banjit, Way Kanan.

Pimpinan Ponpes Edi Susanto alias menggauli anak di bawah umur berulang kali hingga hamil dan kini sudah melahirkan. 

BACA JUGA :Pimpinan Panti Aniaya Santriwati, dan Perintahkan Santri Lain Siksa Korban

Laporan terhadap ES ini seperti menguap ke udara. Tidak mau kerja atau aparat penegak hukum tak bisa kerja. Pun begitu, ES dilaporkan atas dugaan penculikan seorang santriwati lainnya. 

Hingga kini, APH seperti terkena lumpuh layu mendadak. Takut terhadap ES atau sudah ada siraman air hujan dari pelaku.

Nyaris Terjadi Amuk Massa

Terbaru, Bunga (15) warga Kampung Penengahan, Kecamatan Negeri Agung, Way Kanan bersama bibinya melaporkan DR ke PPA Polres setempat pada 10 Oktober 2025. 

DR telah merudapaksa anak tirinya  hingga berkali-kali  dari tahun 2024 hingga 2025. Laporan seperti dianggap angin lalu, hingga memicu kekesalan warga.

Dua hari tak ada tindak lanjut memicu warga geram. Pada Ahad malam, sekira pukul 22.00 WIB, warga hendak menangkap dan menyerahkannya kepolisian gagal. DR lebih dahulu tahu ada warga mencarinya. Dia memutuskan melarikan diri.

"Keluarga korban sudah melapor ke Polres Way Kanan, akan tetapi entah mengapa walaupun korban sudah di periksa namun pelaku belum juga ditangkap sehingga akhirnya  warga yang kesal mendatangi rumah terduga pelaku pencabulan terhadap anak tirinya itu namun ternyata si pelaku sudah lebih dahulu melarikan diri, " ujar Hasan.

Warga setempat menyatakan jika dalam waktu dekat tidak ada langkah tegas dari APH, maka massa siap mendatangi kantor Polres Way Kanan untuk menuntut percepatan proses hukum dan penangkapan pelaku.

”Laporan sudah masuk sejak beberapa hari yang lalu tapi sampai sekarang tidak ada perkembangan dan pelaku kabarnya sudah kabur,” jelas dia.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: