BANNER HEADER DISWAY HD

Tales of the Shire: Game Cozy ala Hobbit yang Ditunggu, Dikritik, dan Tetap Dinanti

Tales of the Shire: Game Cozy ala Hobbit yang Ditunggu, Dikritik, dan Tetap Dinanti

AKHIRNYA : game yg di nanti para pecinta lord of the ring--ISTIMEWA

BANDARLAMPUNG, RADARTVNEWS.COM - Penggemar The Lord of the Rings bersiap menyambut game cozy terbaru bertajuk Tales of the Shire, yang akan resmi dirilis pada 29 Juli 2025 untuk konsol dan PC.

Game ini dikembangkan oleh Wētā Workshop Game Studio dan diterbitkan oleh Private Division, dua nama besar yang membawa harapan tinggi namun juga ekspektasi yang tak mudah dipenuhi.

BACA JUGA:Upin & Ipin Universe: Game Viral yang Ramai Dibicarakan, Tapi Dikecam Juga

Berbeda dari game LOTR biasanya yang penuh aksi dan peperangan, Tales of the Shire mengajak pemain menyelami sisi kehidupan Hobbit di desa kecil nan damai, Bywater.

Pemain bisa menciptakan karakter Hobbit sendiri, mempercantik rumah, bercocok tanam, memancing, memasak, dan menjalin hubungan dengan penduduk sekitar.

Gameplay: Cozy Life Simulator ala Middle-earth

Secara mekanik, game ini lebih mirip Animal Crossing atau Stardew Valley, namun dengan sentuhan khas dunia Tolkien. Tidak ada pertempuran atau sistem leveling; fokus utama adalah pada aktivitas santai dan pembangunan relasi sosial.

Uniknya, sistem navigasi dalam game ini tidak menggunakan peta seperti game open-world pada umumnya. Sebaliknya, pemain dibimbing oleh burung peliharaan yang akan menunjukkan arah. Pendekatan ini sengaja dibuat agar pemain benar-benar meresapi suasana damai khas The Shire.

Penundaan & Revisi Jadwal Rilis

Awalnya, Tales of the Shire dijadwalkan rilis pada 25 Maret 2025. Namun, pengembang memutuskan untuk menunda perilisannya demi menyempurnakan berbagai aspek teknis, terutama kestabilan game di berbagai platform.

Penundaan ini memicu berbagai spekulasi di kalangan gamer, namun mayoritas komunitas justru mendukung langkah tersebut. Di forum Reddit komunitas cozy gaming, banyak pemain mengatakan lebih memilih menunggu game yang matang dibanding menerima produk setengah jadi.

BACA JUGA:Coral Island: Game Santai Buatan Anak Bangsa yang Jadi Primadona Global

Kritik & Tantangan Produksi

Meski tema dan visualnya memikat, demo awal Tales of the Shire menuai kritik tajam dari beberapa media dan tester. GameRadar menyebutnya “cozy simulator yang terlalu generik”, sedangkan Polygon menilai interaksi antar karakter kurang hidup dan dialog terasa datar.

Masalah internal juga muncul dalam laporan investigatif dari The Verge, yang menyebut adanya tekanan kerja tinggi di balik pengembangan game ini. Beberapa staf dilaporkan mengalami burnout, PHK mendadak, hingga ketidakpastian anggaran. Hal ini tentu memberi tekanan besar terhadap hasil akhir yang kini dinanti banyak pihak.

Tetap Jadi Sorotan Penggemar

Terlepas dari kritik dan drama di balik layar, game ini tetap menarik perhatian luas baik dari penggemar berat Tolkien maupun pemain yang mencari pengalaman bermain yang santai dan penuh atmosfer.

Visual game yang cerah, desain rumah Hobbit yang menggemaskan, serta soundtrack lembut menjadi daya tarik tersendiri. Banyak yang berharap Tales of the Shire bisa jadi alternatif segar di tengah tren game kompetitif dan penuh aksi.

Tales of the Shire adalah eksperimen berani mengubah dunia epik penuh konflik menjadi pengalaman yang damai dan menyenangkan.

Meski menghadapi rintangan besar dalam pengembangannya, game ini tetap menjanjikan sensasi baru bukan hanya bagi fans The Lord of the Rings, tapi juga bagi siapa saja yang ingin "kabur" sejenak ke dunia yang lebih hangat dan tenang.

Apakah Tales of the Shire akan jadi kejutan menyenangkan tahun ini atau justru gagal memenuhi ekspektasi? Semua akan terjawab saat game ini resmi hadir akhir Juli nanti.

BACA JUGA:eFootball Mobile: Game Sepak Bola Genggaman yang Jadi Arena Kompetisi Serius

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: