BANNER HEADER DISWAY HD

Apakah Vape Lebih Berbahaya Dibanding Rokok? Ini Faktanya

Apakah Vape Lebih Berbahaya Dibanding Rokok? Ini Faktanya

Ilustrasi orang merokok-Foto : Pinterest-

RADARTVNEWS.COM -Dalam beberapa tahun terakhir, vape atau rokok elektrik semakin populer, terutama di kalangan anak muda. Banyak yang menganggap vape sebagai alternatif yang “lebih aman” dibanding rokok konvensional. Namun, benarkah demikian? Apakah vape benar-benar lebih tidak berbahaya daripada rokok? Untuk menjawab pertanyaan ini, kita perlu meninjau dari sisi kandungan, efek kesehatan, dan penelitian ilmiah terkini.

Apa Saja yang Ada dalam Vape dan Rokok?

Rokok konvensional mengandung tembakau yang dibakar, menghasilkan ribuan zat kimia, termasuk lebih dari 70 zat karsinogenik (penyebab kanker) seperti tar, karbon monoksida, formaldehida, dan benzena.

Vape tidak membakar tembakau, tetapi menguapkan cairan (liquid) yang biasanya mengandung nikotin, propilen glikol, gliserin, dan perasa. Meskipun tidak menghasilkan tar, beberapa uap vape tetap mengandung logam berat, senyawa kimia berbahaya, dan partikel halus yang bisa masuk ke paru-paru.

Mana yang Lebih Berbahaya?

1. Risiko Kanker

BACA JUGA:Bahaya Merokok Ancaman Senyap yang Mengintai Kesehatan Anda

Rokok secara jelas dikaitkan dengan kanker paru-paru, tenggorokan, mulut, dan berbagai jenis kanker lainnya. Vape belum terbukti secara ilmiah menyebabkan kanker, namun bahan kimia tertentu dalam uapnya juga berpotensi bersifat karsinogenik, meskipun kadarnya lebih rendah.

2. Dampak pada Paru-paru

Rokok dapat merusak jaringan paru secara permanen dan menyebabkan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK). Vape, meskipun tidak menghasilkan asap, tetap dapat menyebabkan iritasi dan peradangan paru. Beberapa kasus popcorn lung dan EVALI (penyakit paru akibat vaping) telah dilaporkan, terutama dari produk vape ilegal.

3. Ketergantungan Nikotin

Baik rokok maupun vape mengandung nikotin—zat adiktif yang bisa menyebabkan ketergantungan. Bahkan, beberapa cairan vape mengandung nikotin dalam kadar tinggi yang bisa membuat pengguna menjadi lebih cepat kecanduan dibanding rokok.

Apa Kata Penelitian?

Lembaga seperti Public Health England menyebut bahwa vape kemungkinan sekitar 95% lebih aman daripada rokok. Namun, penting dicatat bahwa ini bukan berarti vape “aman”, melainkan hanya relatif lebih sedikit risikonya dibanding rokok. Selain itu, banyak penelitian jangka panjang tentang efek vape masih terbatas, karena produk ini tergolong baru dibandingkan rokok.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: