Harga Pupuk Melonjak, Petani di Lampung Barat Kian Terjepit

Harga Pupuk Melonjak, Petani di Lampung Barat Kian Terjepit

ilustrasi-foto : pinterest-

LAMPUNG BARAT,RADARNEWS.COM– Sejumlah petani di Kabupaten LAMPUNG BARAT mengeluhkan mahalnya harga pupuk yang terus meningkat dalam beberapa bulan terakhir. Kondisi ini menyebabkan beban biaya produksi semakin berat, terutama bagi petani kecil yang bergantung pada hasil pertanian sebagai sumber penghasilan utama.

Harga pupuk nonsubsidi seperti urea, NPK, dan TSP mengalami lonjakan yang signifikan. Pupuk urea nonsubsidi yang sebelumnya dijual sekitar Rp270.000 per sak kini tembus hingga Rp370.000. Sedangkan pupuk NPK Phonska bahkan mencapai Rp480.000 per sak. Sementara itu, pupuk subsidi semakin sulit ditemukan di pasaran.

"Kalau begini terus, petani kecil seperti kami bisa bangkrut. Pupuk mahal, hasil panen belum tentu bagus. Ditambah lagi cuaca yang tidak menentu," ujar Marzuki, petani kopi di Kecamatan Sekincau, Rabu (16/7).

BACA JUGA:Harga Kopi Robusta Lampung Barat Merosot, Ini Penyebabnya

Keluhan serupa juga disampaikan oleh petani padi di Kecamatan Balik Bukit. Mereka mengaku harus memutar otak agar tetap bisa menanam meskipun biaya produksi terus meningkat. Beberapa bahkan terpaksa mengurangi jumlah lahan garapan akibat keterbatasan biaya.

Selain faktor harga, distribusi pupuk bersubsidi juga menjadi persoalan tersendiri. Banyak petani yang memiliki Kartu Tani tidak mendapatkan jatah pupuk sesuai kebutuhan. Bahkan, ada yang mengaku belum pernah mendapatkan pupuk subsidi meskipun sudah terdaftar dalam kelompok tani.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Lampung Barat, Nurhadi, mengakui adanya keterbatasan alokasi pupuk subsidi dari pemerintah pusat. Ia mengatakan bahwa pihaknya telah mengusulkan tambahan kuota ke Kementerian Pertanian, serta mendorong distributor untuk lebih transparan dan tepat sasaran dalam penyaluran.

BACA JUGA:BACA JUGA:Jelang Ramadan, Harga Bahan Pokok Merangkak Naik

"Pemerintah daerah berkomitmen untuk membantu petani menghadapi masa sulit ini. Selain mengusulkan tambahan pupuk, kami juga sedang merancang program pendampingan untuk efisiensi penggunaan pupuk organik," jelas Nurhadi.

Para petani berharap pemerintah segera turun tangan lebih serius dalam menyelesaikan persoalan ini. Jika harga pupuk terus melonjak tanpa solusi yang jelas, dikhawatirkan produksi pertanian di Lampung Barat akan mengalami penurunan drastis dan berdampak pada ketahanan pangan daerah.

Jika Anda ingin versi artikel ini untuk media cetak lokal, laporan desa, atau pelengkap data tugas kuliah, saya bisa bantu modifikasi format atau menambahkan kutipan narasumber lainnya.

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: