BANNER HEADER DISWAY HD

Ketegangan antara Donald Trump dan Walmart Terkait Tarif Impor, Siapa Dirugikan ?

Ketegangan antara Donald Trump dan Walmart Terkait Tarif Impor, Siapa Dirugikan ?

--

RADARTVNEWS.COM - Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan perusahaan ritel raksasa Walmart berselisih pendapat pekan ini mengenai dampak kebijakan tarif impor terhadap harga barang di pasar domestik.

Perseteruan ini mencuat setelah Walmart mengumumkan rencana menaikkan harga seiring penerapan tarif yang diberlakukan oleh pemerintahan Trump.

Trump, melalui media sosial Truth Social pada 17 Mei 2025, mengkritik langkah Walmart dan perusahaan lain yang mempertimbangkan kenaikan harga, menegaskan bahwa mereka seharusnya menanggung beban tarif dan tidak membebankannya kepada konsumen. “Saya akan mengawasi, dan begitu pula pelanggan Anda!” tulisnya.

Menanggapi pernyataan Trump, Walmart melalui Chief of Public Policy & Government Relations GoTo, Joe Pennington, menyatakan bahwa perusahaan selalu berkomitmen menjaga harga tetap rendah. 

Meski begitu, Pennington menekankan bahwa margin keuntungan Walmart sangat tipis, sehingga tidak memungkinkan untuk menanggung semua tambahan biaya dari tarif yang dikenakan.

CEO Walmart, Doug McMillon, juga menjelaskan bahwa kendati kinerja kuartal pertama melampaui ekspektasi, tekanan akibat tarif akan memaksa perusahaan melakukan penyesuaian harga. Ia memastikan bahwa Walmart akan tetap berupaya menahan harga serendah mungkin, khususnya untuk produk makanan dan kebutuhan pokok.

Pernyataan serupa disampaikan oleh John David Rainey, Chief Financial Officer dan Wakil Presiden Eksekutif Walmart, dalam wawancara pada 15 Mei. Ia menyebut bahwa tingkat tarif yang diberlakukan cukup memberatkan seluruh pelaku ritel dan pemasok, dan kemungkinan konsumen akan mulai merasakan dampaknya akhir Mei hingga Juni. 

Produk seperti elektronik, mainan, dan makanan disebut sebagai kategori yang paling terdampak.

Walmart juga menyatakan bahwa produk-produk impor dari negara-negara seperti Kolombia, Peru, dan Kosta Rika — termasuk pisang, alpukat, kopi, dan bunga mawar — mengalami tekanan akibat tarif. McMillon menyebut tarif ini telah memberi beban tambahan pada rantai pasokan barang-barang tersebut.

Sementara itu, Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyebut bahwa Walmart telah sepakat untuk menanggung sebagian biaya tarif tersebut. Namun, pernyataan ini dibantah oleh sumber internal perusahaan yang menegaskan bahwa tidak ada perubahan signifikan dalam kebijakan harga mereka.

Walmart tetap berpendapat bahwa kenaikan harga tak terhindarkan jika tarif terus diterapkan.

Sementara itu, sejumlah analis dan pelaku industri memandang tuntutan Trump agar perusahaan menanggung sepenuhnya beban tarif sebagai sesuatu yang tidak masuk akal.

Tokoh bisnis Kevin O’Leary dari acara “Shark Tank” serta banyak ekonom menegaskan bahwa beban tarif secara alami akan dialihkan kepada konsumen, karena perusahaan tetap harus menjaga margin keuntungan mereka agar tetap stabil.

Sejak diberlakukan pada April, kebijakan tarif Presiden Trump menetapkan pungutan sebesar 10% terhadap seluruh produk impor, ditambah tarif yang lebih tinggi untuk 60 negara tertentu. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait