Akademisi Puji Pemprov Lampung Dalam Pengelolaan Fiskal 2025
Rektor Universitas Bandar Lampung (UBL), Prof. Dr. Ir. M. Yusuf S. Barusman, M.B.A. -Foto : Ist-
BANDAR LAMPUNG, RADARTVNEWS.COM – Rektor Universitas Bandar Lampung (UBL), Prof. Dr. Ir. M. Yusuf S. Barusman, M.B.A memuji pemerintah provinsi Lampung yang mencatatkan kemajuan signifikan dalam pengelolaan fiskal tahun 2025.
Dirinya mengapresiasi capaian ini sebagai bagian dari kalangan akademisi, termasuk menyebut bahwa keberhasilan tersebut merupakan bukti bahwa strategi perencanaan fiskal yang matang mampu mendorong pembangunan daerah secara nyata.
“Saya mengapresiasi langkah cepat Pemprov Lampung dalam mengakselerasi belanja dan pendapatan daerah. Ini menunjukkan bahwa dengan strategi dan eksekusi yang tepat, daerah bisa mencatatkan capaian luar biasa,"jelas Prof. Yusuf dalam keterangan tertulis pada Selasa, 13 Mei 2025.
Berdasarkan data terbaru per 10 Mei 2025, realisasi pendapatan daerah Provinsi Lampung telah mencapai 30,23%, sementara realisasi belanja daerah tercatat sebesar 24,62%. Angka ini melampaui rata-rata nasional dan menjadi yang tertinggi bagi Lampung dalam kurun waktu lima tahun terakhir.
Kinerja ini menjadi sangat menarik, mengingat data Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) per 7 Mei 2025 sempat menempatkan Lampung sebagai provinsi dengan realisasi pendapatan terendah kedua di Indonesia. Namun berkat langkah percepatan fiskal selama Maret hingga April 2025, terjadi lonjakan lebih dari 21 poin persentase untuk pendapatan dan hampir 19 poin untuk belanja.
BACA JUGA:Mengapa Kopi Bikin Melek? Begini Cara Kerjanya di Tubuh
Prof Yusuf menilai, keberhasilan ini tidak lepas dari keberanian dan inovasi Pemprov Lampung dalam menata pengelolaan fiskal daerah.
Meski demikian, ia juga mengingatkan pentingnya tetap waspada terhadap risiko ekonomi makro.
“APBD itu bukan sekadar angka, tapi instrumen utama dalam menggerakkan ekonomi daerah. Maka, kita juga perlu mencermati dampaknya terhadap inflasi dan pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan,” tegasnya.
Prof. Yusuf menyampaikan dukungannya terhadap kebijakan fiskal adaptif yang diterapkan oleh Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, terutama dalam merespons kritikan pemerintah pusat.
Seperti diketahui, Gubernur Rahmat tidak memilih untuk bersikap defensif ketika Lampung dikritik, melainkan langsung menerapkan tiga strategi kunci, antara lain ;
Pertama, Menyesuaikan penatausahaan kas dengan capaian pembangunan fisik dan sosial.
BACA JUGA:Kunyit, Obat Tradisional Ampuh untuk Atasi Asam Lambung Naik!
Kedua Mengintegrasikan Dana BOS dan dana Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) ke dalam sistem pelaporan fiskal yang terpusat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
