BANNER HEADER DISWAY HD

Menkeu Purbaya Ingatkan Gen Z: Jangan Terjebak Diskon dan FOMO, Atur Keuangan dengan Bijak

Menkeu Purbaya Ingatkan Gen Z: Jangan Terjebak Diskon dan FOMO, Atur Keuangan dengan Bijak

Ilustrasi--ISTIMEWA

RADARTVNEWS.COM – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengingatkan generasi muda, khususnya Gen Z, untuk lebih bijak dalam mengatur keuangan. Ia menekankan pentingnya menghindari jebakan diskon, promo fintech, hingga investasi yang didorong rasa takut ketinggalan tren (FOMO).

Belanja Boleh, Asal Sesuai Kantong

Dalam pesannya, Purbaya menegaskan bahwa belanja adalah hal wajar, terlebih di era digital saat segala sesuatu bisa dibeli dengan mudah. Namun, ia mengingatkan agar pengeluaran selalu disesuaikan dengan kemampuan finansial, bukan sekadar keinginan.

“Belanja itu boleh, tapi jangan sampai besar pasak daripada tiang. Kalau belum mampu, jangan dipaksakan,” tegas Purbaya, dikutip dari berbagai media nasional.BACA JUGA:Gen Z Gak Mau Kerja 9 to 5: Malas, atau Emang Lebih Visioner?

Waspadai Diskon Pemikat dan Layanan Paylater

Menurutnya, salah satu jebakan finansial yang sering mengintai Gen Z adalah diskon besar-besaran dan promo dari layanan paylater. Tawaran ini kerap terlihat ringan, tetapi berpotensi menjerat anak muda dalam utang konsumtif jika tidak diperhitungkan dengan matang.

“Diskon itu sering membuat kita merasa untung, padahal justru bisa jadi jebakan. Kalau dipakai tanpa perhitungan, bisa membuat utang menumpuk,” ujar Purbaya.

Jangan FOMO Saat Investasi

Selain urusan belanja, Purbaya juga menyoroti tren investasi di kalangan anak muda. Ia mengingatkan agar Gen Z tidak berinvestasi hanya karena ikut-ikutan atau takut ketinggalan tren.

“Kalau mau investasi, jangan FOMO. Pelajari dulu instrumennya, pahami risikonya, dan pastikan sesuai dengan tujuan finansialmu,” katanya.BACA JUGA:Terlalu Banyak Mikir, Hidup jadi Terhambat – Overthingking Diam-Diam Rusak Mental Gen Z

Data dan Riset Mendukung

Pesan Purbaya sejalan dengan sejumlah riset yang menyoroti perilaku keuangan Gen Z:

Katadata Insight Center (2024) mencatat sekitar 40% pengguna layanan paylater di Indonesia berasal dari kelompok usia 19–29 tahun, yang sebagian besar adalah Gen Z.

Survei Otoritas Jasa Keuangan (OJK, 2023) menemukan bahwa meskipun literasi keuangan di kalangan Gen Z meningkat, namun tingkat inklusi keuangan jauh lebih tinggi. Artinya, banyak yang sudah menggunakan produk keuangan digital, tetapi belum sepenuhnya memahami risikonya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: