BANNER HEADER DISWAY HD

Belajar Dari Sekuntum Herbal: Pengalaman Mahasiswa KKN UIN Jusila di Perternakan Telur Herbal Lampung Timur

Belajar Dari Sekuntum Herbal: Pengalaman Mahasiswa KKN UIN Jusila di Perternakan Telur Herbal Lampung Timur

Sekuntum Herbals--

Kuliah Kerja Nyata (KKN) selalu menjadi ruang belajar yang berbeda bagi kami, mahasiswa UIN Jurai Siwo Lampung (UIN Jusila).

Di luar kelas, kami diajak langsung untuk merasakan kehidupan masyarakat, sekaligus menyelami praktik nyata dari teori yang selama ini kami pelajari.

Salah satu pengalaman paling berkesan saat KKN di Desa Toto Projo, Lampung Timur, adalah kunjungan ke Sekuntum Herbal sebuah peternakan ayam petelur modern yang sudah melangkah jauh hingga produknya menembus pasar internasional, seperti Tiongkok dan Denmark.

Peternakan yang dikelola oleh Bapak Waluyo ini berdiri sejak 2008. Dengan 21 kandang yang rata-rata menampung 3.000 ekor ayam, skala produksinya memang cukup besar.

Ayam-ayam di sini mulai bertelur sejak usia 16 minggu, dengan masa produktif hingga 100 minggu. Setiap harinya, seekor ayam menghasilkan satu butir telur, sementara pemberian pakan rutin dilakukan dua kali sehari pagi dan sore.

Proses pengambilan telur berlangsung dua kali, siang dan sore. Begitu telur dikumpulkan, langsung dilakukan sortir, penimbangan, dan pengelompokan sesuai ukuran. Menariknya, pengemasan di Sekuntum Herbal dibuat profesional dengan dua kategori: kemasan ekonomis dan kemasan eksklusif.

Untuk jalur distribusi, mereka punya kode tinta yang unik tinta hijau untuk pasar modern seperti Chandra dan Mega Mall, sedangkan tinta merah digunakan untuk telur curah yang dipasarkan di warung-warung.

Selain melihat alur produksi, kami juga mendapat penjelasan mendalam tentang sistem biosekuriti. Sekuntum Herbal sudah mengantongi sertifikat NKV, standar nasional yang menjamin peternakan dikelola dengan aman dan higienis.


Farm Sekutnum Herbals--

Sistem biosekuriti mereka dibagi dalam tiga zona: zona merah sebagai area kotor, zona kuning sebagai area transisi tempat setiap orang wajib mengganti alas kaki serta melewati penyemprotan disinfektan, dan zona hijau sebagai pusat kegiatan peternakan yang hanya bisa dimasuki orang tertentu karena berkaitan langsung dengan hewan ternak.

Penerapan aturan yang ketat ini menjadi kunci utama mengapa telur yang dihasilkan bebas dari paparan antibiotik. Tidak seperti peternakan konvensional yang masih menggunakan antibiotik sintetis, ayam-ayam di Sekuntum Herbal dirawat dengan bahan alami yang sudah teruji secara klinis.

Bagi kami, kunjungan ke Sekuntum Herbal bukan sekadar melihat ayam dan telur. Ia menjadi pengalaman berharga yang membuka mata tentang bagaimana teknologi, manajemen, dan kesadaran mutu bisa berjalan seiring dalam dunia peternakan.

Kami merasa bangga bisa belajar langsung dari salah satu farm terbaik di Lampung Timur, yang berhasil membuktikan bahwa produk lokal pun bisa bersaing hingga ke pasar ekspor.

Semoga pengalaman ini menjadi bekal berharga bagi kami untuk terus belajar, bertumbuh, dan mengabdi kepada masyarakat.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: