BANNER HEADER DISWAY HD

Hoho Alkaf, Kades Viral Nyentrik yang Berdayakan Desa Purwasaba

Hoho Alkaf, Kades Viral Nyentrik yang Berdayakan Desa Purwasaba

ilustrasi-foto : tiktok @hohoalkaf058-

BANJARNEGARA, RADARTVNEWS.COM  – Siapa sangka, di sebuah desa kecil di lereng perbukitan Banjarnegara, sosok bertubuh penuh tato dan gaya nyentrik justru menjelma menjadi simbol kemajuan dan pemberdayaan. Namanya Hoho Alkaf—atau lengkapnya Yuni Nugroho—sang kepala desa Purwasaba yang kini viral bukan karena penampilannya semata, tapi karena cara kerjanya yang luar biasa.

Tato yang melingkupi tubuhnya mungkin membuat sebagian orang terdiam. Namun, di balik tampilannya yang "tak biasa," tersimpan visi tajam, manajemen terencana, dan nyali besar untuk mengubah wajah desa. Di tangan Hoho, Purwasaba tak hanya jadi desa, tapi berkembang menjadi ekosistem produktif yang mandiri.

 

Dari Sawah, Kandang, hingga Kolam: Desa Sebagai Unit Bisnis Inovatif

Hoho tak hanya bicara pemberdayaan di forum atau baliho; ia mengeksekusinya dengan nyata. Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Purwasaba yang ia gagas kini bukan hanya lembaga formal, melainkan mesin penggerak ekonomi yang konkret.

Dari lahan sawah produktif, kandang ayam petelur berkapasitas 7.000 ekor (yang menghasilkan hampir setengah ton telur per hari!), hingga kolam ikan yang dikelola dengan sistem terpadu—semua dijalankan dengan pendekatan bisnis modern.

Tak berhenti pada produksi, Hoho fokus pada rantai pasok dan pengembangan pasar. Targetnya jelas: omzet Rp 2 miliar per tahun di akhir 2025. Namun, lebih dari sekadar angka, yang ia bangun adalah dignitas desa, harga diri masyarakat lokal yang berdaya karena keringat mereka sendiri.

BACA JUGA:Usai Pemilu, Terduga Korupsi DD Kades di Lampung Timur Dijebloskan ke Penjara

 

Kepemimpinan yang Menular: Menginspirasi dari Banjarnegara hingga Bandung

Gaya Hoho yang nyentrik tak menyembunyikan kualitas manajerialnya—justru menjadi magnet. Salah satu yang tertarik adalah tokoh nasional Dedi Mulyadi, yang secara khusus berkunjung ke Purwasaba. Dedi bahkan membeli 120 ekor sapi dari unit usaha desa, menyebut Hoho sebagai contoh pemimpin yang tak hanya berani beda, tapi juga berani benar.

“Kades ini bukan cuma tampilannya yang bertato dan nyentrik, tapi kepemimpinannya juga keren,” puji Dedi. “Kalau dikelola seperti ini, desa seperti Purwasaba layak mendapat Rp 3–5 miliar per tahun.”

 

Lebih dari Tato: Branding, Visi, dan Inspirasi Nyata

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: