BANNER HEADER DISWAY HD

Apa itu Global March to Gaza?, Aktivis, Artis Hingga Influencer Ikut Terlibat

Apa itu Global March to Gaza?, Aktivis, Artis Hingga Influencer Ikut Terlibat

--Radar Jember

RADARTVNEWS.COM - Global March to Gaza merupakan aksi solidaritas internasional yang melibatkan ribuan aktivis dari berbagai negara dengan tujuan utama membuka blokade yang telah berlangsung lama di Jalur Gaza. Gerakan ini dimulai pada pertengahan Juni 2025 dan melibatkan perjalanan kaki dari Al-Arish, Mesir, menuju perbatasan Rafah yang berbatasan langsung dengan Gaza

Kampanye ini bertujuan membuka koridor kemanusiaan agar bantuan penting seperti makanan, obat-obatan, dan bahan bakar dapat masuk ke Gaza, sekaligus meningkatkan kesadaran dunia akan krisis kemanusiaan yang semakin memburuk akibat blokade dan konflik berkepanjangan.

Lebih dari 50 negara berpartisipasi dalam gerakan ini, dengan peserta yang berasal dari berbagai latar belakang, termasuk serikat pekerja, organisasi hak asasi manusia, tenaga medis, mahasiswa, serta kelompok masyarakat sipil lainnya. 

Para aktivis berkumpul di Kairo pada 12 Juni 2025 sebelum melanjutkan perjalanan ke Al-Arish untuk memulai aksi jalan kaki sejauh sekitar 48 kilometer menuju perbatasan Rafah. 

Setibanya di sana, mereka berencana mendirikan kamp protes di sisi Mesir sebagai bentuk tekanan agar perbatasan dibuka dan ribuan truk bantuan dapat masuk ke Gaza.

Salah satu bagian penting dari kampanye ini adalah "Konvoi Sumud" yang dipimpin oleh aktivis Tunisia. Konvoi ini dimulai sejak 9 Juni 2025 dari Tunis dengan lebih dari 1.000 peserta yang melakukan perjalanan melalui Libya menuju Mesir. 

Konvoi ini terdiri dari berbagai kalangan, mulai dari serikat pekerja, dokter, mahasiswa, hingga jurnalis, yang sebelumnya telah aktif dalam misi solidaritas kemanusiaan. Meski menghadapi berbagai kendala seperti penundaan perjalanan dan persyaratan izin transit, konvoi ini mendapatkan dukungan luas dari masyarakat sepanjang rute perjalanan.

Gerakan Global March to Gaza menghadapi berbagai hambatan dari aparat keamanan Mesir. Lebih dari 200 aktivis ditahan di Kairo, hampir 500 orang dideportasi, dan sejumlah paspor peserta disita. Bentrokan antara pengunjuk rasa dan aparat keamanan juga terjadi di sekitar wilayah Ismailia. 

Beberapa tokoh penting yang ditahan antara lain politisi Irlandia Paul Murphy, anggota parlemen Turki, serta mantan diplomat Amerika Serikat Hala Rharrit. 

Para penyelenggara terus berupaya berkomunikasi dengan pemerintah Mesir agar aksi damai ini dapat berlangsung tanpa hambatan.

Para penyelenggara menegaskan bahwa Global March to Gaza adalah gerakan kemanusiaan yang murni, bukan aksi politik. Semua peserta menanggung biaya sendiri sebagai bentuk solidaritas global untuk menekan pemerintah-pemerintah agar segera mengakhiri blokade yang menyebabkan krisis kemanusiaan di Gaza. 

Gerakan ini menuntut agar koridor kemanusiaan dibuka, bantuan kemanusiaan dapat masuk tanpa hambatan, dan pelaku pelanggaran hukum internasional dimintai pertanggungjawaban.

Selain aksi jalan kaki, kamp protes di Rafah akan diisi dengan berbagai kegiatan budaya, diskusi, dan kampanye media untuk memperluas jangkauan pesan solidaritas ke seluruh dunia. 

Gerakan ini menghubungkan suara-suara dari berbagai benua, mulai dari Tunis, Dublin, Cape Town, hingga Krakow, sebagai bentuk dukungan nyata kepada rakyat Gaza yang tengah menghadapi krisis kemanusiaan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: