Pakar Jelaskan Asal-Usul Fenomena Blue Fire di Gunung Papandayan
Fenomena blue fire muncul di Gunung Papandayan, Garut. Pakar menjelaskan penyebab api biru dan peningkatan aktivitas vulkaniknya.--
RADARTVNEWS.COM - Gunung Papandayan di Kabupaten Garut, Jawa Barat, diketahui memunculkan fenomena api biru atau blue fire yang juga dapat ditemukan di Kawah Ijen.
Kemunculan fenomena tersebut membuat jalur pendakian dan area perkemahan sempat ditutup sementara.
Lantas, apa yang menyebabkan blue fire muncul di Gunung Papandayan?
Dosen Departemen Geofisika dan Meteorologi IPB University, Sonni Setiawan, menjelaskan bahwa fenomena blue fire di Gunung Papandayan terjadi akibat pembakaran gas belerang yang keluar melalui rekahan vulkanik.
Menurut Sonni, magma di bawah Gunung Papandayan melepaskan gas hidrogen sulfida (H2S) dan sulfur dioksida (SO2) dengan suhu sekitar 200 hingga 600 derajat Celsius.
"Mekanisme blue fire adalah ketika magma di bawah Papandayan melepaskan gas hidrogen sulfida (H2S) dan sulfur dioksida (SO2) bersuhu sekitar 200-600 derajat Celsius melalui rekahan fumarol atau solfatara," jelas Sonni, pada Rabu (30/9).
BACA JUGA:30 September 1965: G30S, Tragedi Lubang Buaya, dan Sejarah yang Masih Diperdebatkan
Gas tersebut kemudian keluar melalui rekahan fumarol atau solfatara.
Proses pembakaran gas belerang inilah yang menghasilkan nyala api berwarna biru dan memunculkan fenomena blue fire di kawasan Gunung Papandayan.
Fenomena blue fire di Gunung Papandayan dapat terlihat di sejumlah area fumarol aktif, yakni lokasi keluarnya gas vulkanik ke atmosfer.
Beberapa titik yang menjadi lokasi kemunculan fenomena tersebut antara lain Blok Mas dan kawasan Golden Sunrise.
Nyala api biru lebih mudah diamati pada malam hingga dini hari saat kondisi sekitar gelap.
Fenomena tersebut terutama terlihat pada rentang waktu sekitar pukul 02.00 hingga 05.00 WIB.
Kemunculan blue fire di Papandayan bukan merupakan fenomena baru.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: cnnindonesia