Me Time Bukan Kemewahan, tapi Cara Sederhana Berdamai dengan Diri Sendiri
Di tengah sibuknya bekerja, kuliah, ikut organisasi, dan tuntutan media sosial, banyak orang malah lupa menyisihkan waktu untuk diri sendiri. --foto : magnific
RADARTVNEWS.COM - Di tengah sibuknya bekerja, kuliah, ikut organisasi, dan tuntutan media sosial, banyak orang malah lupa menyisihkan waktu untuk diri sendiri. Padahal, mengambil waktu bagi diri sendiri atau me time bukanlah tanda malas atau sikap egois. Sebaliknya, waktu untuk diri sendiri adalah cara yang mudah untuk menjaga kesehatan mental dan mengembalikan tenaga yang habis karena aktivitas sehari-hari. Waktu untuk diri sendiri tidak selalu artinya pergi liburan ke tempat yang mahal atau menghabiskan banyak uang. Beristirahat sambil duduk menikmati secangkir kopi, membaca buku yang disukai, berjalan-jalan santai di taman, mendengarkan musik, menyanyi, menonton film, atau sekadar beristirahat tanpa diganggu ponsel juga merupakan bagian dari waktu untuk diri sendiri.
Yang terpenting adalah melakukan kegiatan yang membuat diri merasa rileks dan tenang. Dari segi psikologis, menghabiskan waktu untuk diri sendiri bisa bantu kurangi rasa stres, membuat perasaan lebih baik, dan bikin pikiran lebih jernih. Ketika seseorang bisa beristirahat dari berbagai tekanan, otak akan lebih cepat berpikir dan bekerja dengan lebih baik, sehingga hasil kerja juga meningkat.
Oleh karena itu, banyak psikolog merekomendasikan agar setiap orang menyisihkan waktu khusus untuk dirinya sendiri, meski hanya 15 hingga 30 menit setiap hari. Selain membantu meredakan pikiran, waktu untuk diri sendiri juga menjadi kesempatan untuk lebih mengenal diri sendiri. Pada masa itu, seseorang bisa meninjau tujuan hidupnya, mengenali perasaan yang sedang dialami, dan memutuskan tindakan yang akan dilakukan selanjutnya.
Tidak jarang, ide-ide kreatif muncul ketika seseorang sedang bersantai sendirian tanpa ada tekanan. Sayangnya, masih banyak orang yang merasa bersalah ketika mengambil waktu untuk diri sendiri. Padahal, seseorang tidak bisa terus menjaga perhatian kepada orang lain jika dirinya sendiri merasa lelah. Mengisi kembali energi diri itu penting, bukan sekadar hal yang mewah.
Akhirnya, me time bukan berarti menjauh dari orang lain, tapi memberi kesempatan bagi diri sendiri untuk beristirahat dan bernapas. Dengan tubuh dan pikiran yang lebih rapi, seseorang akan lebih siap menghadapi berbagai rintangan dan menjalani rutinitas harian dengan semangat yang baru. Karena itu, sebelum bisa membuat orang lain bahagia, setiap orang harus belajar merawat dan menghargai dirinya sendiri.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
