Memahami Penyakit Kuning: Mengapa Kulit dan Mata Berubah Warna?

Memahami Penyakit Kuning: Mengapa Kulit dan Mata Berubah Warna?

ilustrasi penyakit kuning-foto:pinterest-

RADARTVNEWS.COM-Penyakit kuning, atau dalam istilah medis disebut jaundice, bukanlah sebuah penyakit tunggal, melainkan gejala klinis yang menunjukkan adanya gangguan pada sistem metabolisme tubuh. Kondisi ini ditandai dengan perubahan warna kulit, membran mukosa, dan bagian putih mata (sklera) menjadi kekuningan. Fenomena ini terjadi akibat penumpukan bilirubin yang berlebihan di dalam darah dan jaringan tubuh. Bilirubin sendiri merupakan pigmen berwarna kuning kecokelatan yang terbentuk dari proses pemecahan sel darah merah yang sudah tua.

Berikut adalah kategori utama penyebab penyakit kuning yang perlu dipahami secara medis:

1. Gangguan pada Hati (Penyebab Hepatoseluler)

Hati adalah organ utama yang bertugas menyaring bilirubin dari darah untuk kemudian dibuang melalui empedu. Jika hati mengalami kerusakan atau peradangan, fungsinya akan terganggu. Penyebab paling umum adalah infeksi virus Hepatitis (A, B, C, D, dan E). Selain itu, konsumsi alkohol yang berlebihan dalam jangka panjang dapat menyebabkan sirosis atau pengerasan hati, yang secara permanen merusak kemampuan hati dalam mengolah bilirubin.

2. Penyumbatan Saluran Empedu (Penyebab Pasca-Hati)

Setelah diolah oleh hati, bilirubin seharusnya mengalir melalui saluran empedu menuju usus untuk dibuang bersama feses. Jika terjadi penyumbatan pada saluran ini, bilirubin akan berbalik arah dan masuk kembali ke aliran darah. Penyumbatan ini sering kali disebabkan oleh adanya batu empedu, peradangan pada kantung empedu, atau adanya tumor (kanker) pada area pankreas dan saluran empedu yang menekan jalur pembuangan tersebut.

BACA JUGA:Nyut-Nyutan Sampai ke Otak! Ini 5 Bahaya Minum Air Es Saat Sakit Gigi, Awas Saraf Bisa Rusak Permanen

3. Pemecahan Sel Darah Merah yang Berlebihan (Penyebab Pra-Hati)

Kondisi ini terjadi sebelum darah mencapai hati. Jika sel darah merah hancur lebih cepat dari kemampuan hati untuk mengolahnya, maka kadar bilirubin akan melonjak drastis. Penyakit seperti Anemia Hemolitik, Malaria, atau kelainan genetik seperti Thalassemia sering kali menjadi pemicu utama meningkatnya produksi bilirubin secara tidak normal di dalam sistem sirkulasi.

4. Penyakit Kuning pada Bayi Baru Lahir (Neonatal Jaundice)

Sangat umum ditemukan pada bayi yang baru lahir karena fungsi hati mereka belum matang sepenuhnya untuk memproses bilirubin. Biasanya, kondisi ini bersifat fisiologis dan akan hilang dengan sendirinya seiring bertambahnya usia bayi atau dengan bantuan fototerapi (terapi sinar). Namun, jika kadar bilirubin terlalu tinggi, hal ini memerlukan penanganan medis segera untuk mencegah kerusakan otak (kernicterus).

Kesimpulan

Penyakit kuning adalah sinyal darurat dari tubuh bahwa ada masalah pada organ internal, terutama hati dan empedu. Penanganan yang tepat sangat bergantung pada diagnosis penyebab utamanya. Jika Anda menyadari perubahan warna pada mata atau kulit disertai urine berwarna gelap seperti teh, segeralah berkonsultasi dengan tenaga medis untuk pemeriksaan lebih lanjut.

BACA JUGA:Riset Terbaru: Diabaikan Orang yang Kita Sayangi Picu Rasa Sakit Biologis Seperti Cedera Fisik

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: