BANNER HEADER DISWAY HD

Standar Kecantikan: Antara Tekanan Sosial dan Penerimaan Diri

Standar Kecantikan: Antara Tekanan Sosial dan Penerimaan Diri

gambar-foto: pinterest-

RADARTVNEWS.COM - Dengan perkembangan cepat industri kecantikan dan media sosial, standar kecantikan atau standar kecantikan menjadi topik yang semakin diperhatikan di masyarakat modern. Standar ini biasanya mencakup karakteristik fisik tertentu, seperti warna kulit, bentuk tubuh, dan karakteristik wajah, yang dianggap ideal dalam budaya atau kelompok masyarakat tertentu. 

Menurut para ahli psikologi sosial, adanya tekanan untuk memenuhi standar kecantikan dapat memengaruhi kesehatan mental seseorang. Banyak orang merasa tertekan dan kurang percaya diri ketika tidak sesuai dengan standar yang seringkali dibentuk oleh media dan lingkungan sosialnya. Dampak negatif yang muncul bisa berupa stres, rasa rendah diri, bahkan gangguan psikologis.

Namun, sejumlah gerakan sosial saat ini mulai mengubah perspektif ini. Gerakan body positivity dan penerimaan diri mendorong orang untuk mengakui bahwa setiap orang unik dan menerima diri mereka apa adanya, tanpa terjebak dalam standar kecantikan yang kaku. Tokoh masyarakat dan aktivis juga mendukung gagasan bahwa kecantikan adalah bagian dari kesehatan mental dan rasa percaya diri.

Perubahan ini memberikan harapan untuk menciptakan masyarakat yang lebih inklusif dan beragam, di mana setiap orang dapat dihargai berdasarkan keunikan masing-masing. Dengan meningkatnya edukasi mengenai dampak buruk tekanan kecantikan, diharapkan setiap individu dapat lebih nyaman dan bangga dengan dirinya sendiri.

BACA JUGA:Mengenal Standar TikTok: Antara Tren Viral dan Tekanan Sosial

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: