Intip Trik Styling Preveloved Ala Influencer, Cara Berbisnis Model Baru
--
RADARTVNEWS– Menjual baju preloved bukan hanya soal memotret dan mengunggahnya ke media sosial. Untuk membuatnya cepat laku, para content creator kini menggunakan trik kreatif: 1 baju, 3 gaya styling.”
Trik ini tak hanya menunjukkan potensi dari satu potong baju, tapi juga membantu calon pembeli membayangkan bagaimana mereka bisa mengenakannya dalam berbagai suasana. Hasilnya? Baju jadi lebih menarik, bernilai lebih tinggi, dan kemungkinan terjual pun meningkat drastis.
Influencer fashion lokal, Ditha Arviana, kerap membagikan video reels pendek dengan konsep ini. “Misalnya aku mau jual blouse putih, aku tunjukin dulu versi girly, versi casual, dan versi office look. Orang jadi bisa lihat fleksibilitas bajunya,” ujar Ditha.
Menurut Ditha, orang cenderung tertarik membeli jika mereka merasa barang tersebut multifungsi. “Kadang baju itu simpel, tapi karena dikasih ide styling, tiba-tiba jadi keliatan kece. Mereka pun jadi mikir, ‘Wah, ini bisa kupakai ke mana-mana’,” tambahnya.
Tren ini juga mendorong penjual preloved untuk lebih kreatif dan estetik dalam menyusun kontennya. Alih-alih hanya memajang foto baju di gantungan, kini banyak yang membuat video transisi atau before-after styling untuk membangun daya tarik visual.
BACA JUGA:5 Preloved Hack yang Wajib Dicoba, Apa itu?
Tips membuat konten “1 baju, 3 gaya” ala influencer:
- Pilih baju yang netral atau versatile
- Siapkan tiga konsep gaya (misalnya: formal, kasual, edgy)
- Gunakan musik dan transisi kekinian jika diunggah ke reels atau TikTok
- Tambahkan call-to-action seperti: “Baju ini dijual di akun preloved-ku, DM kalau tertarik!”
Selain itu, gaya ini juga menumbuhkan rasa percaya diri pada pembeli yang merasa bisa mendapatkan lebih banyak manfaat dari satu barang yang mereka beli. Mereka tidak hanya mendapatkan baju, tetapi juga inspirasi styling yang mungkin sebelumnya tidak mereka pikirkan.
“Gaya ini cocok banget buat mereka yang suka mix-and-match, karena bisa dipakai dalam banyak kesempatan,” ujar fashion enthusiast lainnya, Fanny Pratama. Dengan begitu, jualan preloved bukan hanya soal keuntungan finansial, tetapi juga bisa menjadi sarana berbagi kreativitas kepada orang lain.
Dengan pendekatan ini, menjual preloved tak lagi sekadar jualan, tapi juga ajang menunjukkan kreativitas dan personal branding. Dan siapa sangka, satu baju lama bisa membuka tiga peluang baru untuk tampil gaya, berbagi inspirasi, dan tentu saja, menambah pemasukan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
