Kentang Bertunas, Apakah Masih Aman Dikonsumsi? Kenali Risiko dan Cara Menyikapinya
Buah kentang yang sudah tumbuh tunas. -https://pin.it/76DKG6sNH-Pinterest
RADARTVNEWS.COM – Kentang menjadi salah satu bahan makanan yang sering digunakan dalam berbagai hidangan. Selain mudah diolah, Kentang juga dapat disimpan untuk persediaan memasak di rumah. Namun, Kentang yang terlalu lama disimpan terkadang mulai mengeluarkan tunas atau berubah warna menjadi kehijauan.
Kondisi tersebut sering menimbulkan pertanyaan mengenai keamanan kentang untuk dikonsumsi. Sebagian orang memilih membuang seluruh kentang, sementara lainnya hanya memotong bagian yang sudah bertunas.
Pada dasarnya, kentang yang mulai bertunas perlu diperhatikan kondisinya sebelum diolah. Hal ini karena pertumbuhan tunas dapat berkaitan dengan peningkatan kandungan senyawa alami bernama solanin.
Solanin merupakan senyawa glikoalkaloid yang secara alami terdapat pada tanaman kentang. Senyawa ini berfungsi sebagai perlindungan tanaman terhadap hama dan gangguan lainnya. Namun, kandungannya dapat meningkat pada bagian kentang yang bertunas, mengalami kerusakan, atau berubah menjadi hijau.
Menurut informasi keamanan pangan, paparan solanin dalam jumlah tinggi dapat menimbulkan gangguan kesehatan. Beberapa keluhan yang mungkin muncul meliputi mual, muntah, sakit perut, hingga diare.
Karena itu, masyarakat sebaiknya tidak menganggap semua kentang bertunas masih aman untuk dimakan. Kondisi fisik kentang perlu diperiksa terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk mengolahnya.
BACA JUGA:Sering Dicap Bikin Gemuk, Kentang Justru Bisa Jadi Alternatif Nasi. Asal Cara Masaknya Tepat!
Ciri-Ciri Kentang yang Perlu Diwaspadai
Ada beberapa kondisi kentang yang perlu diperhatikan sebelum digunakan sebagai bahan makanan, di antaranya:
1. Kentang memiliki banyak tunas
Tunas yang tumbuh cukup banyak atau berukuran besar menandakan kentang sudah mengalami perubahan selama penyimpanan. Kondisi ini sebaiknya dihindari, terutama jika disertai perubahan tekstur.
2. Permukaan berubah menjadi hijau
Warna hijau muncul ketika kentang terlalu lama terkena cahaya. Perubahan tersebut dapat menjadi tanda meningkatnya kandungan glikoalkaloid, termasuk solanin.
3. Tekstur kentang melunak
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: