Waspada Infeksi dan Rabies, Begini Cara Menangani Gigitan Kucing!

Waspada Infeksi dan Rabies, Begini Cara Menangani Gigitan Kucing!

--Pinterest

5. Segera periksa ke fasilitas kesehatan

Dokter akan menilai kedalaman luka, risiko infeksi, serta kebutuhan vaksin antirabies dan serum antirabies.

Masyarakat sebaiknya tidak menunda pemeriksaan hanya karena luka terlihat kecil. Gigitan yang menembus kulit, terutama pada tangan, jari, wajah, atau area dekat persendian, memerlukan perhatian khusus.

Penanganan obat harus disesuaikan dengan kondisi luka dan hasil pemeriksaan tenaga medis. Antiseptik dapat digunakan sebagai bagian dari perawatan awal, sedangkan parasetamol dapat membantu meredakan nyeri apabila digunakan sesuai aturan pakai.

Penting diketahui bahwa antiseptik, antibiotik, maupun obat pereda nyeri tidak dapat menggantikan vaksinasi antirabies apabila tindakan tersebut diperlukan.

Selain infeksi bakteri, gigitan kucing juga perlu diwaspadai karena berpotensi menularkan rabies. Virus rabies dapat masuk ke tubuh melalui gigitan atau cakaran yang terkontaminasi air liur hewan terinfeksi.

Risiko penularan perlu segera dinilai, terutama jika kucing yang menggigit merupakan hewan liar, status vaksinasinya tidak diketahui, atau menunjukkan perilaku yang tidak biasa.

BACA JUGA:Sayang Hewan, Kenali Risiko Rabies: Edukasi Pencegahan Menjangkau Siswa di Lampung

Kementerian Kesehatan RI mengimbau masyarakat untuk segera mendatangi puskesmas atau rumah sakit setelah membersihkan luka. Tenaga medis akan menentukan apakah korban memerlukan vaksin antirabies (VAR), serum antirabies (SAR), atau penanganan lainnya sesuai tingkat paparan.

Dengan melakukan pertolongan pertama secara tepat dan mendapatkan pemeriksaan medis sesegera mungkin, risiko komplikasi akibat gigitan kucing dapat dikurangi.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: halodoc