Iran Jadi Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Ini Alasannya
Ilustrasi--ISTIMEWA
RADARTVNEWS.COM – Iran kembali menempati posisi teratas sebagai negara dengan harga bensin paling murah di dunia. Berdasarkan data dari Global Petrol Prices, harga bensin jenis oktan 95 di Iran berada di angka 15.000 rial Iran per liter, atau sekitar USD 0,029 per liter.
Fenomena ini tidak lepas dari kebijakan pemerintah Iran yang sangat aktif melakukan subsidi bahan bakar minyak (BBM). Praktik subsidi yang besar memungkinkan warga membeli bensin jauh di bawah harga pasar internasional.
Meski harga bensin di negara ini tampak sangat murah, kenyataannya situasi ekonomi Iran lebih kompleks. Nilai tukar rial yang melemah terhadap dolar membuat harga bensin “murah” tetap membutuhkan beban subsidi besar dari negara.
BACA JUGA:Trump Perintahkan Israel Hentikan Serangan ke Gaza Usai Hamas Setuju Usulan Damai AS
Subsidi BBM juga mendorong terjadinya penyalahgunaan dan penyelundupan ke negara tetangga, karena selisih harga bensin sangat besar. Menurut laporan, sejumlah liter bahan bakar subsidi Iran diselundupkan ke luar wilayahnya, menyebabkan kerugian besar anggaran negara.
Subsidi BBM juga mendorong terjadinya penyalahgunaan dan penyelundupan ke negara tetangga, karena selisih harga bensin sangat besar. Menurut laporan, sejumlah liter bahan bakar subsidi Iran diselundupkan ke luar wilayahnya, menyebabkan kerugian besar anggaran negara.
Di sisi lain, pemerintah Iran menghadapi dilema kebijakan jika subsidi dikurangkan atau harga dinaikkan, risiko protes massal kerap muncul pengalaman masa lalu menunjukkan bahwa kenaikan bensin bisa memicu gelombang demonstrasi publik.
BACA JUGA:Mengapa Calvin Verdonk Tak Turun Lawan Arab Saudi? Ini Penjelasan Resmi BTN
Di antara negara-negara di Asia, data dari Trading Economics mencatat bahwa Iran memiliki harga bensin yang jauh di bawah banyak negara lain di kawasan tersebut.
Subsidi besar yang dialokasikan untuk menjaga harga bensin tetap rendah ternyata menjadi beban berat bagi keuangan nasional. Iran harus mencari jalan tengah agar subsidi tetap tidak meledak, sekaligus menjaga stabilitas sosial.
Reformasi yang ditawarkan termasuk skema subsidi yang lebih terarah (targeted subsidies), pembatasan konsumsi, serta peningkatan efisiensi energi dan transportasi umum. Namun, perubahan semacam itu harus dilakukan hati-hati agar masyarakat tidak terkejut dan mengundang reaksi negatif.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
