BANNER HEADER DISWAY HD

Israel Diduga Bayar Google Rp740 Miliar untuk Tutupi Berita Kelaparan Gaza

Israel Diduga Bayar Google Rp740 Miliar untuk Tutupi Berita Kelaparan Gaza

Ilustrasi--ISTIMEWA

RADARTVNEWS.COM – Sebuah laporan investigasi yang dirilis oleh Drop Site News mengungkapkan dugaan bahwa pemerintah Israel membayar Google sebesar USD 45 juta (sekitar Rp740 miliar) untuk menjalankan kampanye iklan selama enam bulan. Tujuannya disebut untuk membantah laporan PBB terkait kondisi kelaparan yang melanda warga Gaza akibat blokade total.

BACA JUGA:Lima Jurnalis Palestina Tewas dalam Serangan Israel di Gaza!! Apakah Kebebasan Pers Sudah Diabaikan?

Kontrak tersebut dikabarkan ditandatangani pada akhir Juni 2025, di tengah gelombang kecaman internasional atas blokade Israel terhadap Gaza yang diberlakukan sejak 2 Maret. Dalam periode itu, Israel menghentikan pasokan makanan, air, obat-obatan, hingga bahan bakar ke wilayah Gaza.

Menurut laporan yang sama, anggota parlemen Israel (Knesset) menyuarakan kekhawatiran terhadap citra Israel di mata dunia akibat pengepungan Gaza. Namun, kritik tersebut dinilai lebih berfokus pada reputasi negara ketimbang penderitaan warga sipil Palestina yang terdampak langsung.

Data sementara menunjukkan, sedikitnya 367 warga Gaza, termasuk 131 anak-anak, dilaporkan meninggal akibat kelaparan.

Tak hanya bekerja sama dengan Google, Israel juga disebut menggelontorkan dana USD 3 juta (sekitar Rp49 miliar) untuk kampanye serupa di platform media sosial X (Twitter). Dana tersebut dialokasikan untuk iklan serta menggandeng sejumlah influencer asing, di saat akses jurnalis internasional ke Gaza dibatasi dan wartawan lokal kerap menjadi target serangan.

Hingga kini, laporan investigasi tersebut masih menuai perdebatan dan sorotan publik global, mengingat isu kelaparan di Gaza terus mendapat perhatian luas dari berbagai lembaga kemanusiaan dunia.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: