Rupiah Tembus Rp18.126 per Dolar AS, Mendekati Level Terlemah
Perbandingan lembaran mata uang Dolar AS dan Rupiah seiring tren pelemahan nilai tukar rupiah yang mendekati level terlemahnya sepanjang 2026.--
RADARTVNEWS.COM – Tekanan terhadap mata uang Garuda kembali menunjukkan tren pelemahan yang cukup signifikan. Pada perdagangan Senin (26/10/2026) siang, nilai tukar rupiah tercatat melemah sebanyak 44 poin atau 0,24 persen hingga berada di posisi Rp18.126 per dolar AS.
Posisi ini membuat rupiah semakin mendekati titik terlemahnya sepanjang tahun 2026, di mana nilai tukar domestik sempat menyentuh level Rp18.196 per dolar AS pada Juni lalu. Kondisi tersebut memicu perhatian para pelaku pasar terhadap stabilitas makroekonomi nasional di tengah dinamika global.
Pelemahan nilai tukar rupiah dipicu oleh kombinasi faktor eksternal dan internal yang menekan pasar keuangan domestik. Salah satu pemicu utamanya adalah maraknya aksi jual dana asing (capital outflow) dari pasar saham Indonesia, dengan nilai pelepasan mencapai lebih dari Rp1 triliun hanya pada sesi pertama perdagangan.
Di samping itu, tren kenaikan harga minyak dunia turut memberikan tekanan tambahan terhadap pergerakan mata uang rupiah di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi global yang masih berlangsung.
Ancaman terhadap Sektor Riil dan Biaya Impor
Depresiasi nilai tukar ini dikhawatirkan dapat berdampak langsung terhadap sektor riil di dalam negeri. Apabila pergerakan rupiah terus tertekan, dampaknya berpotensi merembet pada kenaikan harga barang-barang impor serta membengkaknya biaya produksi di sektor industri.
Pemerintah bersama Bank Indonesia terus memantau pergerakan nilai tukar guna menjaga stabilitas pasar keuangan serta mengantisipasi dampak lanjutan terhadap daya beli masyarakat.
BACA JUGA:Rupiah Kembali Melemah ke Rp17.884, Pasar Cermati Arah The Fed
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: