Harga Emas Dunia dan Antam Kompak Menguat pada 30 Juli 2025
Ilustrasi emas batangan yang mencerminkan pergerakan harga emas dunia dan domestik sebagai salah satu instrumen investasi safe haven.-Stevebidmead (Pixabay Contributor)-pixabay
RADARTVNEWS.COM - RADARTVNEWS.COM - Harga emas kembali menunjukkan penguatan pada perdagangan Rabu, 30 Juli 2025. Setelah sempat mengalami tekanan selama beberapa hari terakhir, logam mulia mulai bangkit seiring membaiknya pergerakan Harga emas dunia. Kenaikan ini turut berdampak pada Harga emas di pasar domestik, termasuk emas Antam dan emas digital yang diperdagangkan melalui berbagai platform investasi.
Di pasar internasional, Harga emas tercatat naik tipis sebesar 0,03 persen ke level USD3.327,39 per troy ons. Penguatan tersebut melanjutkan kenaikan pada perdagangan sebelumnya yang mencapai 0,37 persen. Meskipun kenaikannya masih terbatas, kondisi ini menjadi sinyal positif setelah Harga emas mengalami tren pelemahan selama empat hari berturut-turut dan sempat menyentuh level terendah sejak awal Juli.
Pergerakan Harga emas masih dipengaruhi oleh perkembangan ekonomi global. Kesepakatan perdagangan antara Amerika Serikat dan Uni Eropa berhasil meningkatkan optimisme pasar sehingga sebagian investor mulai mengalihkan dana dari aset safe haven seperti emas ke instrumen investasi yang memiliki risiko lebih tinggi. Selain itu, perkembangan negosiasi dagang antara Amerika Serikat dan China juga menjadi perhatian pelaku pasar karena dinilai dapat memengaruhi arah Harga emas dalam beberapa waktu ke depan.
Di Indonesia, Harga emas Antam mengalami kenaikan sebesar Rp12.000 per gram. Harga jual emas kini berada di level Rp1.918.000 per gram, sedangkan harga buyback naik menjadi Rp1.764.000 per gram. Penguatan ini mengakhiri tren penurunan harga yang terjadi selama lima hari berturut-turut dan memberikan optimisme baru bagi investor logam mulia.
Sementara itu, Harga emas digital juga bergerak menguat. Pada perdagangan Rabu siang, Harga emas di aplikasi Treasury tercatat naik menjadi Rp1.814.717 per gram. Kenaikan tersebut mencerminkan mulai pulihnya minat pasar terhadap emas sebagai instrumen investasi di tengah dinamika ekonomi global.
Para analis menilai prospek Harga emas masih dipengaruhi sejumlah faktor penting, mulai dari kebijakan suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed), perkembangan inflasi, hingga kondisi geopolitik dunia. Pelaku pasar kini menantikan hasil rapat kebijakan moneter The Fed beserta pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell yang diperkirakan akan memberikan petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga dalam beberapa bulan mendatang.
Dari sisi teknikal, pergerakan Harga emas masih berada dalam fase konsolidasi meskipun terdapat peluang penguatan apabila didukung sentimen positif dari pasar global. Investor disarankan tetap mencermati perkembangan ekonomi internasional sebelum mengambil keputusan investasi karena volatilitas Harga emas masih berpotensi terjadi dalam jangka pendek.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: antam (logam mulia)