Radartvnews.com- Pro dan kontra penguna alat jaring cantrang dan pukat harimau masih menjadi persoalan. Ratusan nelayan tradisional di pesisir Labuhan Maringgai, Lampung Timur merasa dirugikan dengan aturan ini. Sukri salah satu nelayan menjelaskan, nelayan Tradisional di desa kuala penet, Kecamatan Labuhan Maringgai, Lampung Timur nasibnya kini memprihatinkan pasalnya tangkapan nelayan berkurang hingga 50 persen. “nasib kami semakin sulit, sekarang ini tangkapan ikan turun banyak,” ujar Sukri. Senada dengan Sukri, nelayan lainya Abah misalnya menuturkan untuk mendapat tangkapan nelayan harus melaut hingga ratusan kilometer agar tak terbentur dengan nelayan cantrang. “kami harus melaut hingga ratusan kilo meter untuk mendapatkan ikan,” jelas Abah. Nelayan tradisional berharap, pemerintah pusat secepatnya membuat aturan terkait persoalan ini. Pihak berwajib juga diimbau untuk menertibkan penggunaan jaring pukat harimau karena merusak terumbu karang.(din/san)
Nelayan Tradisional Protes Penggunaan Cantrang
Selasa 23-10-2018,20:36 WIB
Reporter : redaksirltv
Editor : redaksirltv
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Sabtu 19-09-2026,21:54 WIB
Senyum Nyonya Rentenir, Juragan Batu dan Dua Badut yang Diterjunkan
Sabtu 19-09-2026,19:46 WIB
Akses ke Pemakaman Akhirnya Dibuka, Warga Padang Ratu Sambut Lega
Sabtu 19-09-2026,19:31 WIB
Waspada Gempa Megathrust, BMKG Tegaskan Bukan Ramalan tapi Potensi yang Harus Dimitigasi
Minggu 20-09-2026,00:18 WIB
Tidak Hanya untuk Sushi, Rumput Laut Punya Banyak Manfaat
Sabtu 19-09-2026,18:39 WIB
Malam ini, Pemprov DKI Padamkan Lampu Satu Jam peringati Hari Ozon Sedunia
Terkini
Minggu 20-09-2026,07:51 WIB
Menahan Napas Saat Cegukan Benarkah Bisa Membuatnya Berhenti
Minggu 20-09-2026,02:08 WIB
Macklemore Donasikan 1 Juta Dolar AS untuk Palestina
Minggu 20-09-2026,00:18 WIB
Tidak Hanya untuk Sushi, Rumput Laut Punya Banyak Manfaat
Minggu 20-09-2026,00:07 WIB
Sering Lupa Rakaat dan Pikiran Melayang Saat Shalat? Ternyata Ini Penyebabnya
Sabtu 19-09-2026,22:35 WIB