3. Telur
Telur mengandung kolin, nutrisi yang dibutuhkan tubuh untuk memproduksi asetilkolin. Neurotransmiter tersebut berperan dalam proses memori dan pembelajaran.
Karena kandungan nutrisinya, telur dapat menjadi salah satu pilihan sumber protein untuk melengkapi menu sarapan sehari-hari.
4. Jamur
Jamur juga termasuk bahan pangan yang berpotensi mendukung kesehatan mental.
Ahli gizi Maggie Moon, MS, RD, menyebut konsumsi jamur berpotensi membantu mengurangi penurunan energi mental pada siang hari.
Jamur dapat diolah menjadi tumisan atau dijadikan pelengkap omelet untuk menu sarapan.
5. Alpukat
Alpukat mengandung lutein, yaitu antioksidan yang dikaitkan dengan kemampuan memori dan pemecahan masalah.
Selain itu, buah ini menyediakan lemak tak jenuh tunggal dan serat yang membantu menjaga aliran darah serta kestabilan gula darah.
Alpukat dapat dikonsumsi langsung atau dijadikan pelengkap roti dan hidangan sarapan lainnya.
Meski demikian, mengonsumsi makanan tertentu tidak secara langsung menjamin peningkatan daya ingat maupun mencegah penurunan fungsi otak.
Manfaatnya perlu didukung pola makan seimbang dan kebiasaan hidup sehat secara keseluruhan.